Ketua Komite Rakyat Anti Blokade Gaza, Jamal al Khudhri, menegaskan
bahwa tiga persoalan utama strategis yang mengancam masa depan kehidupan
di Jalur Gaza adalah masalah air, listrik dan limbah.
Dia menyerukan lembaga-lembaga internasional yang mendukung rakyat
Palestina agar mengarahkan dananya ke masalah strategis ini dan penting
untuk membuat solusi mendasar bagi ketiga masalah ini.
Khudhri mengatakan bahwa blokade dengan taring-taringnya telah
mencabik-cabik tubuh Jalur Gaza. Dia menyerukan masyarakat internasional
agar turun tangan menekan penjajah Zionis agar membuka seluruh
perlintasan dengan Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis mengelabui dunia bahwa dia telah
membebaskan blokade dan mengklaim telah memasok bahan-bahan ke Jalur
Gaza dengan mudah. Namun kenyataan yang tidak diketahui adalah bahwa
penjajah Zionis hanya berbicara di media, kebutuhan yang masuk ke Jalur
Gaza hanya 20% dari bahan bangunan dan sisanya puluhan bahan pokok masuk
dalam daftar larangan masuk Jalur Gaza.
Khudhri mengatakan, “Blokade ini bertentangan dengan semua perjanjian
internasional yang mengikat penjajah Zionis, yaitu bahwa penjajah
Zionis memperlakukan persoalan Palestina dan Jalur Gaza tanpa
memperhatikan pelaksanaan perjanjian-perjanjian dan piagam-piagam
internasional.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/07/40269/krisis-air-listrik-dan-limbah-mengancam-gaza/#ixzz2nJMJWTyD
Kamis, 12 Desember 2013
Amerika Gelontorkan 400 Juta Dollar untuk Bantu Pertahanan Udara Israel
Senat dan parlemen Amerika menyetujui anggaran pertahanan AS tahun
2014 mencapai 552.100.000.000 dollar, termasuk bantuan tambahan mencapai
400 juta dolar untuk pertahanan udara Zionis.
Sementara itu, menurut situs harian Yedeot Aharonot hari ini menyebutkan, anggaran pertahanan Amerika untuk tahun 2014 telah mendapat persetujuan dari sebagian besar anggota senat, baik dari partai Republik maupun demokrat.
Mereka juga sudah menyepakati pemberian bantuan tambahan untuk sistem pertahanan udara Zionis “Tongkat Sihir” sebanyak 400 juta dollar.
Demikian juga peningkatan roket Arow3 yang diperkirakan masuk dalam bantuan militer tahun depan dan penambahan sistem baterai baru “Iron Dome.”
Ia mengisyaratkan, bantuan dana ini di luar bantuan rutin AS tiap tahunnya ke Israel yang mencapi 3,1 milyar dollar tiap tahun. (pip/sbb/dakwatuna)
Sementara itu, menurut situs harian Yedeot Aharonot hari ini menyebutkan, anggaran pertahanan Amerika untuk tahun 2014 telah mendapat persetujuan dari sebagian besar anggota senat, baik dari partai Republik maupun demokrat.
Mereka juga sudah menyepakati pemberian bantuan tambahan untuk sistem pertahanan udara Zionis “Tongkat Sihir” sebanyak 400 juta dollar.
Demikian juga peningkatan roket Arow3 yang diperkirakan masuk dalam bantuan militer tahun depan dan penambahan sistem baterai baru “Iron Dome.”
Ia mengisyaratkan, bantuan dana ini di luar bantuan rutin AS tiap tahunnya ke Israel yang mencapi 3,1 milyar dollar tiap tahun. (pip/sbb/dakwatuna)
Di tengah Blokade dan Cuaca Ekstrim, Bencana Kemanusiaan Mengancam Gaza
Pemerintah Palestina di Gaza memperingatkan bahwa situasi di Jalur
Gaza bisa menjadi bencana kemanusiaan akibat blokade, menyusul datangnya
musim dingin yang ekstrim menerpa wilayah Palestina.
Pemerintah Palestina menyerukan bangsa Arab dan umat Islam, masyarakat dunia, organisasi PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk menyelamatkan Jalur Gaza yang diblokade dari bencana ini.
Mendagri Fathi Hamad mengatakan, “Bisa jadi Gaza pada nantinya sama sekali tidak layak untuk hidup di tengah-tengah ketatnya blokade, terputusnya aliran listrik, kelangkaan bahan bakar dan kurangnya sumber daya.
Dia menambahkan, “Blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza berdampak sangat besar pada seluruh fasilitas kehidupan di tengah-tengah rendahnya suhu udara.”
Dia menyatakan bahwa pemerintah Gaza telah membentuk sejumlah komite darurat di level daerah, kementerian dan pertahanan sipil. “Dengan logistik seadanya kami berusaha sampai orang-orang, menyelamatkan mereka dan mengevakuasi ke lokasi aman supaya mereka tidak terkena banjir. Meski demikian, ada banyak kesulitan yang kami hadapi,” imbuh Hamad dalam konferensi pers yang di adakan di daerah Shaftawi, kawasan yang terancam banjir di utara Jalur Gaza, Rabu (11/12).
Hamad meminta negara-negara Arab dan Islam membebaskan blokade atas Jalur Gaza dan mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza. Dia juga menyerukan masyarakat dunia agar memberikan bantuan ke Jalur Gaza yang jumlah penduduknya lebih dari 1,8 juta jiwa tersebut.
Dia mengatakan, “Yang harus dilakukan semua pihak, terutama tetangga-tetangga kami, adalah membebaskan blokade dan mendukung rakyat kami dengan mengirim bantuan, obat-obatan, menyelesaikan krisis listrik dan mengakhiri penderitaan ribuan tawanan.”
Dia menyatakan bahwa hujan yang deras mengguyur Jalur Gaza para hari-hari ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari segi derasnya curah dan meratanya, sehingga mengakibatkan banjir di banyak wilayah yang tidak siap menyambut datangnya volume air besar sehingga banyak rumah yang tenggelam, pompa ngadat dan tingginya genangan air di banyak daerah di Jalur Gaza.
Dia menambahkan, “Ini masih awal musim dingin. Diprediksi curah hujan akan bertambah di tengah-tengah cuaca dingin, kelangkaan bahan bakar dan tidak adanya listrik. Ini semakin menambah kesulitan dalam menyelamatkan warga dan menyediakan sarana untuk melindungi mereka.”
Untuk diketahui bahwa belakangan ini Jalur Gaza dilanda hujan es akibat suhu udara yang sangat dingin. Selain curah yang tinggi, hujan juga merata di seluruh wilayah Jalur Gaza. Akibatnya banyak wilayah yang terancam banjir dan rumah-rumah tenggelam oleh genangan air dalam volume besar. (pip/sbb/dakwatuna)
Pemerintah Palestina menyerukan bangsa Arab dan umat Islam, masyarakat dunia, organisasi PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk menyelamatkan Jalur Gaza yang diblokade dari bencana ini.
Mendagri Fathi Hamad mengatakan, “Bisa jadi Gaza pada nantinya sama sekali tidak layak untuk hidup di tengah-tengah ketatnya blokade, terputusnya aliran listrik, kelangkaan bahan bakar dan kurangnya sumber daya.
Dia menambahkan, “Blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza berdampak sangat besar pada seluruh fasilitas kehidupan di tengah-tengah rendahnya suhu udara.”
Dia menyatakan bahwa pemerintah Gaza telah membentuk sejumlah komite darurat di level daerah, kementerian dan pertahanan sipil. “Dengan logistik seadanya kami berusaha sampai orang-orang, menyelamatkan mereka dan mengevakuasi ke lokasi aman supaya mereka tidak terkena banjir. Meski demikian, ada banyak kesulitan yang kami hadapi,” imbuh Hamad dalam konferensi pers yang di adakan di daerah Shaftawi, kawasan yang terancam banjir di utara Jalur Gaza, Rabu (11/12).
Hamad meminta negara-negara Arab dan Islam membebaskan blokade atas Jalur Gaza dan mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza. Dia juga menyerukan masyarakat dunia agar memberikan bantuan ke Jalur Gaza yang jumlah penduduknya lebih dari 1,8 juta jiwa tersebut.
Dia mengatakan, “Yang harus dilakukan semua pihak, terutama tetangga-tetangga kami, adalah membebaskan blokade dan mendukung rakyat kami dengan mengirim bantuan, obat-obatan, menyelesaikan krisis listrik dan mengakhiri penderitaan ribuan tawanan.”
Dia menyatakan bahwa hujan yang deras mengguyur Jalur Gaza para hari-hari ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari segi derasnya curah dan meratanya, sehingga mengakibatkan banjir di banyak wilayah yang tidak siap menyambut datangnya volume air besar sehingga banyak rumah yang tenggelam, pompa ngadat dan tingginya genangan air di banyak daerah di Jalur Gaza.
Dia menambahkan, “Ini masih awal musim dingin. Diprediksi curah hujan akan bertambah di tengah-tengah cuaca dingin, kelangkaan bahan bakar dan tidak adanya listrik. Ini semakin menambah kesulitan dalam menyelamatkan warga dan menyediakan sarana untuk melindungi mereka.”
Untuk diketahui bahwa belakangan ini Jalur Gaza dilanda hujan es akibat suhu udara yang sangat dingin. Selain curah yang tinggi, hujan juga merata di seluruh wilayah Jalur Gaza. Akibatnya banyak wilayah yang terancam banjir dan rumah-rumah tenggelam oleh genangan air dalam volume besar. (pip/sbb/dakwatuna)
Senin, 25 November 2013
4 Mujahid Al-Qassam Gugur Dalam Bentrokan Dengan Pasukan Zionis Di Khan Younis
Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas
mengumumkan gugurnya 4 mujahid dalam bentrokan senjata, saat menghadang
pasukan penjajah Zionis di kawasan Qararah Timur menuju Khan Younis,
Gaza Selatan.
Mereka yang gugur adalah: Komandan lapangan Khalid Muhammad Jumat Abu Bakrah (35) Muhammad Rashid Husain Daud (26) Muhammad Isham Umar Qashas (23) dan Rabi Barkah (23) serta satu orang korban luka dalam serangan Zionis ke kawasan Absan saat melakukan infiltrasi militer kemarin.
Para syuhada tersebut gugur dalam bentrokan senjata dengan pasukan Zionis di kawasan Timur Khan Younis, pasukan Zionis melakukan infiltrasi dan menembakkan tank dan serangan pesawat apache, serta serangan terhadap terowongan Al-Qassam yang baru terungkap beberapa waktu sebelumnya.
Brigade menyebutkan, para mujahid tersebut telah mengorbankan nyawa mereka menghadapi kejahatan penjajah Zionis, semoga Allah menerima mereka sebagai para syuhada. Darah mereka tidak akan hilang sia-sia, dan akan menjadi inspirasi bagi kami untuk melanjutkan perjuangan sampai Allah memberikan kemerdekaan bagi Palestina.
Menurut sumber di lapangan, ketiga orang mujahidin tersebut memasang perangkap dan menyerang pasukan Zionis menggunakan peledak, dan terjadi bentrokan langsung, sebelum kemudian pasukan Zionis memberondong mereka dan jenazah ketiganya baru dievakuasi pada pagi harinya.
Pasukan Zionis mengakui secara resmi bahwa 5 prajurit mereka terluka dalam bentrokan tersebut.
Radio Zionis menyatakan, pasukan Zionis hendak meledakkan terowongan yang baru terungkap dua pekan lalu, mereka diperkuat dengan sejumlah tank dan pesawat tempur, dan melakukan penyerangan di kawasan tersebut, terakhir pada pagi hari dengan sasaran ladang pertanian di kawasan Qararah.
Mereka yang gugur adalah: Komandan lapangan Khalid Muhammad Jumat Abu Bakrah (35) Muhammad Rashid Husain Daud (26) Muhammad Isham Umar Qashas (23) dan Rabi Barkah (23) serta satu orang korban luka dalam serangan Zionis ke kawasan Absan saat melakukan infiltrasi militer kemarin.
Para syuhada tersebut gugur dalam bentrokan senjata dengan pasukan Zionis di kawasan Timur Khan Younis, pasukan Zionis melakukan infiltrasi dan menembakkan tank dan serangan pesawat apache, serta serangan terhadap terowongan Al-Qassam yang baru terungkap beberapa waktu sebelumnya.
Brigade menyebutkan, para mujahid tersebut telah mengorbankan nyawa mereka menghadapi kejahatan penjajah Zionis, semoga Allah menerima mereka sebagai para syuhada. Darah mereka tidak akan hilang sia-sia, dan akan menjadi inspirasi bagi kami untuk melanjutkan perjuangan sampai Allah memberikan kemerdekaan bagi Palestina.
Menurut sumber di lapangan, ketiga orang mujahidin tersebut memasang perangkap dan menyerang pasukan Zionis menggunakan peledak, dan terjadi bentrokan langsung, sebelum kemudian pasukan Zionis memberondong mereka dan jenazah ketiganya baru dievakuasi pada pagi harinya.
Pasukan Zionis mengakui secara resmi bahwa 5 prajurit mereka terluka dalam bentrokan tersebut.
Radio Zionis menyatakan, pasukan Zionis hendak meledakkan terowongan yang baru terungkap dua pekan lalu, mereka diperkuat dengan sejumlah tank dan pesawat tempur, dan melakukan penyerangan di kawasan tersebut, terakhir pada pagi hari dengan sasaran ladang pertanian di kawasan Qararah.
Al-Qassam: Perang Sengit Menanti Zionis, Jika Tak Hentikan Kekerasan ke Al-Aqsha
Komandan Wilayah Gaza di Brigade Izzuddin Al-Qassam, Raed Sa’d
memperingatkan penjajah Zionis akan adanya perang sengit menyakitkan
jika mereka tidak menghentikan kekerasan dan permusuhannya atas Masjid
Al-Aqsha dan kota Al-Quds.
Dalam pernyataan yang dibaca di akhir pameran militer Al-Qassam di Gaza, Kamis (14/11) Sa’d mengatakan, jika usaha penjajah Zionis melecehkan dan menistakan tempat suci Palestina tidak dihentikan maka kami akan meletusnya pertempuran sengit dan mematikan yang tidak mungkin bisa ditahan oleh Zionis termasuk juga oleh para pembela Zionis.
“Hentikan permusuhan terhadap Al-Aqsha dan Al-Quds. Kami akan marah, bangsa Palestina marah dan umat Islam juga marah jika kalian tidak menghentikan maka kalian akan menghadapi peperangan yang lebih besar dari apa yang kalian khayalkan.” Tegasnya.
Ia mengisyaratkan, peringatan pertempuran Hijarah Sijjil dilakukan saat melihat usaha Israel menghapus isu Palestina melalui perundingan ringkih. Parade militer itu sangat menggentarkan, diikuti oleh semua faksi-faksi Palestina untuk persiapan perang ke depan.
Sa’d menegaskan, “Musuh kita, Israel, tidak paham kecuali bahasa jihad dan perlawanan. Israel tidak akan melupakan operasi jihad yang kalian gelar dalam aksi Intifada al-Aqsha. Bersiaplah kalian. Jangan tertipu oleh perundingan yang hanya memberikan kompromi-kompromi dari hak dan prinsip Palestina,”
Ia menambahkan, Israel memanfaatkan kesempatan saat ini untuk melakukan permusuhan dan kekerasan terhadap Al-Aqsha dan membaginya menjadi dua dari sisi waktu dan tempat. Pertempuran Hijarah Sijjil menjadi lembaran kemuliaan dan kemenangan bagi bangsa Palestina.
Selain itu, ia mengingatkan jasa komandan syahid Ahmad Jabri dan Muhammad Homs pengawalnya yang gugur di Jalur Gaza dan menjadi pemicu awal pertempuran. Itu dianggap Al-Qassam sebagai rambu pertama dalam pertempuran itu. Sementara rambu kedua adalah “peluncuran roket M75”.
Tema Kemenangan
Roket M75 dianggap sebagai tema kemenangan dan batu dari neraka bagi Israel yang menggoncang istana penjajah dan benteng mereka di Tel Aviv dan di Jerusalem. Nama roket itu diambil dari pimpinan Hamas yang gugur Ibrahim Muqadimah untuk mengenang kebesarannya.
M75 murni produk Al-Qossam berkat pertolongan Allah dan mampu menembus kota Israel Tel Aviv, Jerusalem dan Yava.
Elit Al-Qassam menegaskan, kini brigade menjadi lebih kuat menghadapi penjajah Zionis.
Semakin Dekat dengan Pembebasan Al-Quds
Al-Qassam memberikan jaminan kepada bangsa Palestina bahwa sayap militer itu baik-baik saja dan semakin lama semakin dekat dengan pembebasan Al-Quds. Al-Qassam terus berlatih dan memperbaiki diri, membangun dan menggali untuk bersiap menghadapi penjajah.
Al-Jakbari Simbol Pertukaran Tawanan
Dalam mengenang Al-Jabari, Sa’d menegaskan, syahidnya komandan Al-Qassam adalah symbol perjanjian “Wafa Ahrar”. Karena tawanan Palestina mengalami pesakitan akibat kekerasan Israel. Karena itu, Al-Qassam berjanji akan membebaskan tawanan Palestina, terutama Mahmud Isa, Hasan Salamah, Abbas Sayyid, Abdullah Barghoti, Ahmad Sadat, Marwan Barghoti, Manshor Syuraim, Nasher Uwais, Tsabit Muradi dan seluruh tawanan Palestina dengan izin Allah.
Ia menegaskan kesabaran Al-Qassam tidak akan lama terhadap blockade Gaza yang kejam. Israel silahkan menunggu jika blockade masih dilanjutkan.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/15/42218/al-qassam-perang-sengit-menanti-zionis-jika-tak-hentikan-kekerasan-ke-al-aqsha/#ixzz2le4C3HxU
Dalam pernyataan yang dibaca di akhir pameran militer Al-Qassam di Gaza, Kamis (14/11) Sa’d mengatakan, jika usaha penjajah Zionis melecehkan dan menistakan tempat suci Palestina tidak dihentikan maka kami akan meletusnya pertempuran sengit dan mematikan yang tidak mungkin bisa ditahan oleh Zionis termasuk juga oleh para pembela Zionis.
“Hentikan permusuhan terhadap Al-Aqsha dan Al-Quds. Kami akan marah, bangsa Palestina marah dan umat Islam juga marah jika kalian tidak menghentikan maka kalian akan menghadapi peperangan yang lebih besar dari apa yang kalian khayalkan.” Tegasnya.
Ia mengisyaratkan, peringatan pertempuran Hijarah Sijjil dilakukan saat melihat usaha Israel menghapus isu Palestina melalui perundingan ringkih. Parade militer itu sangat menggentarkan, diikuti oleh semua faksi-faksi Palestina untuk persiapan perang ke depan.
Sa’d menegaskan, “Musuh kita, Israel, tidak paham kecuali bahasa jihad dan perlawanan. Israel tidak akan melupakan operasi jihad yang kalian gelar dalam aksi Intifada al-Aqsha. Bersiaplah kalian. Jangan tertipu oleh perundingan yang hanya memberikan kompromi-kompromi dari hak dan prinsip Palestina,”
Ia menambahkan, Israel memanfaatkan kesempatan saat ini untuk melakukan permusuhan dan kekerasan terhadap Al-Aqsha dan membaginya menjadi dua dari sisi waktu dan tempat. Pertempuran Hijarah Sijjil menjadi lembaran kemuliaan dan kemenangan bagi bangsa Palestina.
Selain itu, ia mengingatkan jasa komandan syahid Ahmad Jabri dan Muhammad Homs pengawalnya yang gugur di Jalur Gaza dan menjadi pemicu awal pertempuran. Itu dianggap Al-Qassam sebagai rambu pertama dalam pertempuran itu. Sementara rambu kedua adalah “peluncuran roket M75”.
Tema Kemenangan
Roket M75 dianggap sebagai tema kemenangan dan batu dari neraka bagi Israel yang menggoncang istana penjajah dan benteng mereka di Tel Aviv dan di Jerusalem. Nama roket itu diambil dari pimpinan Hamas yang gugur Ibrahim Muqadimah untuk mengenang kebesarannya.
M75 murni produk Al-Qossam berkat pertolongan Allah dan mampu menembus kota Israel Tel Aviv, Jerusalem dan Yava.
Elit Al-Qassam menegaskan, kini brigade menjadi lebih kuat menghadapi penjajah Zionis.
Semakin Dekat dengan Pembebasan Al-Quds
Al-Qassam memberikan jaminan kepada bangsa Palestina bahwa sayap militer itu baik-baik saja dan semakin lama semakin dekat dengan pembebasan Al-Quds. Al-Qassam terus berlatih dan memperbaiki diri, membangun dan menggali untuk bersiap menghadapi penjajah.
Al-Jakbari Simbol Pertukaran Tawanan
Dalam mengenang Al-Jabari, Sa’d menegaskan, syahidnya komandan Al-Qassam adalah symbol perjanjian “Wafa Ahrar”. Karena tawanan Palestina mengalami pesakitan akibat kekerasan Israel. Karena itu, Al-Qassam berjanji akan membebaskan tawanan Palestina, terutama Mahmud Isa, Hasan Salamah, Abbas Sayyid, Abdullah Barghoti, Ahmad Sadat, Marwan Barghoti, Manshor Syuraim, Nasher Uwais, Tsabit Muradi dan seluruh tawanan Palestina dengan izin Allah.
Ia menegaskan kesabaran Al-Qassam tidak akan lama terhadap blockade Gaza yang kejam. Israel silahkan menunggu jika blockade masih dilanjutkan.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/15/42218/al-qassam-perang-sengit-menanti-zionis-jika-tak-hentikan-kekerasan-ke-al-aqsha/#ixzz2le4C3HxU
Abu Zuhri: Hamas Dan Jihad Islam Gagas Agenda Bersama
Jubir Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri menegaskan, ada agenda pertemuan dan
aksi bersama antara gerakan Hamas dan Jihad Islam dalam beberapa hari
mendatang dalam konteks pengembangan hubungan dua pihak.
Dalam keterangan persnya, Selasa (17/9) Abu Zuhri menyebutkan, apa yang dimaksudkan Dr. Mahmud Zehar, tokoh Hamas dalam pertemuan kemarin, adalah pembentukan pimpinan koordinasi tingkat tinggi antara dua gerakan untuk berkoordinasi dalam sejumlah persoalan bersama.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Hamas dan gerakan Jihad Islam telah membentuk pimpinan bersama untuk kerjasama di semua level politik, serikat profesi, kewanitaan dan pelajar di tengah-tengah perkembangan sekitar.
Hal tersebut disampaikan Zehar dalam pertemuan politik antara kedua pimpinan gerakan di utara Jalur Gaza pada Senin (16/9).
“Kami yakin bahwa Allah akan menolong kami apabila kami menyatukan barisan dan kekuatan kami. Kami sudah mengadakan dua pertemuan dengan Jihad Islam,” kata Zehar
”Kami bisa membentuk pimpinan bersama dan memiliki empat pimpinan dari masing-masing gerakan untuk mengatur pertemuan dan kerja,” katanya.
Pertemuan yang digelar kemarin dihadiri sekitar 200 kader dari dua gerakan di Gaza Utara. Abu Zuhri menyebutkan pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda, dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua pihak.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/18/39499/abu-zuhri-hamas-dan-jihad-islam-gagas-agenda-bersama/#ixzz2le3My4Xj
Dalam keterangan persnya, Selasa (17/9) Abu Zuhri menyebutkan, apa yang dimaksudkan Dr. Mahmud Zehar, tokoh Hamas dalam pertemuan kemarin, adalah pembentukan pimpinan koordinasi tingkat tinggi antara dua gerakan untuk berkoordinasi dalam sejumlah persoalan bersama.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Hamas dan gerakan Jihad Islam telah membentuk pimpinan bersama untuk kerjasama di semua level politik, serikat profesi, kewanitaan dan pelajar di tengah-tengah perkembangan sekitar.
Hal tersebut disampaikan Zehar dalam pertemuan politik antara kedua pimpinan gerakan di utara Jalur Gaza pada Senin (16/9).
“Kami yakin bahwa Allah akan menolong kami apabila kami menyatukan barisan dan kekuatan kami. Kami sudah mengadakan dua pertemuan dengan Jihad Islam,” kata Zehar
”Kami bisa membentuk pimpinan bersama dan memiliki empat pimpinan dari masing-masing gerakan untuk mengatur pertemuan dan kerja,” katanya.
Pertemuan yang digelar kemarin dihadiri sekitar 200 kader dari dua gerakan di Gaza Utara. Abu Zuhri menyebutkan pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda, dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua pihak.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/18/39499/abu-zuhri-hamas-dan-jihad-islam-gagas-agenda-bersama/#ixzz2le3My4Xj
Al-Qassam: Respon Kami Sangat Keras Jika Al-Aqsha Dinistakan
Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas mengingatkan, respon
yang akan mereka lakukan sangat keras jika Zionis menistakan Masjidil
Aqsha, ditegaskan juga bahwa Al-Qassam dalam kesiapan yang prima untuk
membebaskan Al-Aqsha.
Abu Hamzah, Jubir Brigade Al-Qassam dalam pidatonya di festifal “Labbaik Ya Aqsha” yang digelar Hamas, Jumat sore (4/10) kemarin di Gaza Utara menyatakan, “Kami dalam kesiapan penuh dan terus memperhatikan setiap peristiwa dari waktu ke waktu, dan respon kami akan mengguncangkan musuh, jika mereka menistakan Masjidil Aqsha.”
Brigade menambahkan, penjajah Zionis dan sekutunya harap mengetahui bahwa mata kami tidak tertidur, dan dengan keutamaan dari Allah, kami memiliki tekad yang kuat, dan kami mampu memerangi kalian dan membebaskan Al-Aqsha, di luar apa yang kalian prediksi.
Abu Hamzah menegaskan, Al-Quds dan Masjidil Aqsha serta segenap wilayah Palestina merupakan amanah di pundak mereka, bangsa Arab dan umat Islam. Penistaan tempat suci merupakan garis merah yang harus dibayar mahal.
Brigade menyerukan kepada bangsa Arab dan umat Islam serta segenap pihak yang peduli untuk segera keluar dari sikap diam mereka. Ditegaskannya bahwa senjata mereka hanya tertuju bagi penjajah dan agen-agen nya, serta tidak akan menyimpangkan kompas kepada selainnya.
Jubir Brigade Al-Qassam mengecam tudingan media yang menyebutnya melakukan intervensi internal Mesir, ditegaskannya bahwa Mesir dan stabilitas nya adalah juga keamanan bagi persoalan Palestina.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/05/40171/al-qassam-respon-kami-sangat-keras-jika-al-aqsha-dinistakan/#ixzz2le2Ktfut
Abu Hamzah, Jubir Brigade Al-Qassam dalam pidatonya di festifal “Labbaik Ya Aqsha” yang digelar Hamas, Jumat sore (4/10) kemarin di Gaza Utara menyatakan, “Kami dalam kesiapan penuh dan terus memperhatikan setiap peristiwa dari waktu ke waktu, dan respon kami akan mengguncangkan musuh, jika mereka menistakan Masjidil Aqsha.”
Brigade menambahkan, penjajah Zionis dan sekutunya harap mengetahui bahwa mata kami tidak tertidur, dan dengan keutamaan dari Allah, kami memiliki tekad yang kuat, dan kami mampu memerangi kalian dan membebaskan Al-Aqsha, di luar apa yang kalian prediksi.
Abu Hamzah menegaskan, Al-Quds dan Masjidil Aqsha serta segenap wilayah Palestina merupakan amanah di pundak mereka, bangsa Arab dan umat Islam. Penistaan tempat suci merupakan garis merah yang harus dibayar mahal.
Brigade menyerukan kepada bangsa Arab dan umat Islam serta segenap pihak yang peduli untuk segera keluar dari sikap diam mereka. Ditegaskannya bahwa senjata mereka hanya tertuju bagi penjajah dan agen-agen nya, serta tidak akan menyimpangkan kompas kepada selainnya.
Jubir Brigade Al-Qassam mengecam tudingan media yang menyebutnya melakukan intervensi internal Mesir, ditegaskannya bahwa Mesir dan stabilitas nya adalah juga keamanan bagi persoalan Palestina.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/05/40171/al-qassam-respon-kami-sangat-keras-jika-al-aqsha-dinistakan/#ixzz2le2Ktfut
Terowongan Perlawanan, Taktik Sukses Hadapi Penjajah Zionis
Pengumuman dari pihak Zionis tentang
rincian terowongan yang disiapkan perlawanan di timur Khan Yunis dengan
tujuan digunakan untuk menyandera serdadu Zionis atau untuk aksi-aksi
perlawanan, menyingkap sisi taktik perlawanan sebagai bagian dari
strategi mengadapi penjajah Zionis dan upaya untuk pembebasan para
tawanan yang mendekam di penjara-penjara Zionis.
Pakar bidang informasi di Gaza, Iyad Fara, menegaskan
terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah jenuh
bekerja malam dan siang untuk menghadapi penjajah Zionis dan menyiapkan
kerja untuk menghadapi setiap agresi ke Jalur Gaza terutama terhadap
setiap kemungkinan operasi darat.
Fara mengatakan, “Pada kenyataannya, perlawanan
Palestina hari ini membuktikan bahwa mereka adalah kuat dan berkembang
maju, memiliki kemauan dan potensi sangat besar serta kerja dengan nafas
panjang untuk persiapan konfrontasi dengan penjajah Zionis di dalam
wilayah pendudukan dan dekat permukiman-permukiman Yahudi serta pos-pos
militer, hal ini yang akan menyebabkan migrasi besar para pemukim
pendatang Zionis dari wilayah selatan.”
800 Ton Semen Digunakan di Terowongan
Sesuai informasi yang diumumkan oleh komandan wilayah
selatan pasukan penjajah Zionis, Jenderal Sami Turgeman, bahwa
terowongan yang berhasil ditemukan hari Ahad (13/10), panjangnya
mencapai 1,8 kilometer dan dalam pembangunannya menggunakan sekitar 25
ribu lempengan balok semen seberat 800 ton.
Turgeman mengatakan sejumlah prediksi menyebutkan bahwa
gerakan Hamas sudah mulai membangun terowongan ini pada tahun 2011 dan
pekerjaan selesai sekitar dua bulan lalu. Militer Zionis menemukan
keberadaannya pada hari Senin pekan lalu.
Terowongan ini membentang dari daerah dekat Khan Yunis
di Jalur Gaza sepanjang 1,5 kilometer di dalam wilayah Palestina.
Dimulai dari sebuah rumah di kawasan tersebut. Sementara itu 300 meter
terowongan berada di dalam wilayah Palestina terjajah tahun 1948.
Penggalian terowongan ini di daerah Gaza sedalam 22
meter dan di dalam wilayah Palestina terjajah 1948 sedalam 18 meter,
meliputi jalur listrik, telepon dan dua lubang di bagian yang ada di
wilayah pendudukan.
Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, tidak
mau memberikan informasi terkait terowongan ini. Kecuali kicauan singkat
jurubicara brigade yang menegaskan bahwa kehendak yang terukir di akal
dan hati para pejuang perlawanan jauh lebih penting dari
terowongan-terowongan yang digali di dalam tanah. Dia menambahkan, “Yang
pertama mencetak ribuan yang kedua.” Ini berarti sebuah penegasan bahwa
kerja ini dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus.
Kinerja Berkualitas
Kebijakan Brigade al Qassam untuk terowongan sebagai
bagian dari taktik perlawanan bukanlah hal baru. Al Qassam telah
berinovasi dalam bidang ini selama bertahun-tahun lamanya, yang
dilaksanakan melalui sejumlah aksi-aksi spektakuler dan berkualitas. Di
antaranya adalah serangan pos militer Mahfudza sebelum penarikan militer
Zionis dari Jalur Gaza dan aksi yang paling menonjol adalah
penyanderaan serdadu Zionis Gilad Shalit yang berakhir dengan pembebasan
lebih dari 1000 tawanan Palestina dari penjara Zionis.
Fara mengatakan, hal penting yang bisa disimpulkan hari
ini dari ditemukannya terowongan baru ini adalah bahwa perlawanan
Palestina sedang menyiapkan operasi besar dan meluas untuk penyanderaan
serdadu Zionis dan pemukim Yahudi, dan juga bahwa konfrontasi yang akan
datang bisa jadi hanya menggunakan roket saja, bahkan mungkin hanya
konfrontasi darat pada basis pergerakan di tanah musuh dan di belakang
barisan militer Zionis di perbatasan Gaza.
Pemimpin Redaksi Koran “Filistine”, Dr. Hasan Abu
Hasyisy, menegaskan bahwa terowongan-terowongan itu telah menimbulkan
bencana yang berdampak bagi penjajah Zionis. Itu menjadi sebab
terpenting yang mempercepat penjajah Zionis keluar dari Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa terowongan ini membuktikan bahwa
perlawanan Palestina tidak pernah meletakkan senjata dan tidak pernah
berhenti dengan adanya gencatan, namun terus bekerja memanfaatkan
gencatan dalam menyiapkan, mengembangkan dan melakukan latihan dengan
menanggung segala gangguan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Karena itu orang-orang yang tidak tahu mempertanyakan: di mana
perlawanan, apakah mereka sudah meninggalkan senjata dan duduk-duduk di
kantor ber-AC dan mengendarai mobil baru??!
Padahal mereka tidak pernah berhenti mengintai musuh!Hayyah: Perlawanan Siap Hadapi Setiap Serangan Zionis
Anggota biro politik Hamas, Khalil Hayyah menganggap
operasi militer yang dilakukan Brigade Al-Qassam di Timur Khan Younis,
sebagai penegasan kembali visi gerakannya dan perlawanan untuk
membebaskan Al-Quds dan Al-Aqsha, dan senjata mereka hanya ditujukan ke
dada penjajah Zionis.
4 mujahid Al-Qassam, gugur pagi hari tadi setelah bentrokan senjata dengan pasukan zionis di Timur Khan Younis, dan 5 serdadu Zionis mengalami luka-luka serius.
Dalam Khutbah Jumat nya DI Masjid Sayyid Hashim di kota Gaza Pusat, Hayyah menyatakan, pasukan Zionis berupaya menembus pagar pemisah di Timur Khan Younis, namun mata para mujahid terus mengawasi dan memantau mereka.
Ditegaskannya, para pejuang kami melakukan beragam strategi penyergapan, seandainya tidak ada intervensi pesawat apache, tentu kami mampu menculik Shalit baru.
Hayyah menyebutkan, para pejuang Al-Qassam tidak pernah lalai dan terus menghadang dan melawan penjajah Zionis. Hayyah menyatakan, perlawanan Palestina di Gaza siap menghadapi setiap serangan Israel ke Gaza, ditegaskannya bahwa hak dan kewajiban perlawanan adalah melindungi rakyat Palestina.
Hayyah menjelaskan, Hamas terus konsisten melakukan perlawanan, meski menjadi sasaran konspirasi beragam pihak. Hamas menyerukan untuk melakukan perlawanan dan mendukung mereka dalam merealisir tuntutan rakyat Palestina.
Anggota biro politik Hamas ini menegaskan, gerakannya akan terus menghadapi penjajah Zionis dengan segala kekuatan yang dimilikinya, meski di tengah blokade. Dan menuntut negara-negara Arab dan Islam untuk memberikan dukungan bagi perlawanan di Palestina, agar kami mampu melawan penjajah dan mengambil kembali tanah air dan hak-hak kami yang dirampas Zionis, ungkap Hayyah.
Ditegaskannya bahwa Hamas tidak akan menerima tawaran apapun selain mengembalikan negeri dan hak-hak rakyat. Tidak ada tawar-menawar atas hak kembali para pengungsi Palestina. Hayyah menyebutkan, hak rakyat Palestina mencabut blokade, pihak perlawanan tidak terima blokade berlanjut, karenanya hak setiap warga Palestina untuk mencabut blokade.
Tokoh Hamas ini mengecam keras langkah yang diambil otoritas Ramallah melakukan perundingan dengan penjajah Zionis, meski pihak Zionis terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina. Hayyah menuntut para perunding Palestina untuk menjauhi gerbang kegagalan dan kembali menyatu dengan rakyat Palestina.
4 mujahid Al-Qassam, gugur pagi hari tadi setelah bentrokan senjata dengan pasukan zionis di Timur Khan Younis, dan 5 serdadu Zionis mengalami luka-luka serius.
Dalam Khutbah Jumat nya DI Masjid Sayyid Hashim di kota Gaza Pusat, Hayyah menyatakan, pasukan Zionis berupaya menembus pagar pemisah di Timur Khan Younis, namun mata para mujahid terus mengawasi dan memantau mereka.
Ditegaskannya, para pejuang kami melakukan beragam strategi penyergapan, seandainya tidak ada intervensi pesawat apache, tentu kami mampu menculik Shalit baru.
Hayyah menyebutkan, para pejuang Al-Qassam tidak pernah lalai dan terus menghadang dan melawan penjajah Zionis. Hayyah menyatakan, perlawanan Palestina di Gaza siap menghadapi setiap serangan Israel ke Gaza, ditegaskannya bahwa hak dan kewajiban perlawanan adalah melindungi rakyat Palestina.
Hayyah menjelaskan, Hamas terus konsisten melakukan perlawanan, meski menjadi sasaran konspirasi beragam pihak. Hamas menyerukan untuk melakukan perlawanan dan mendukung mereka dalam merealisir tuntutan rakyat Palestina.
Anggota biro politik Hamas ini menegaskan, gerakannya akan terus menghadapi penjajah Zionis dengan segala kekuatan yang dimilikinya, meski di tengah blokade. Dan menuntut negara-negara Arab dan Islam untuk memberikan dukungan bagi perlawanan di Palestina, agar kami mampu melawan penjajah dan mengambil kembali tanah air dan hak-hak kami yang dirampas Zionis, ungkap Hayyah.
Ditegaskannya bahwa Hamas tidak akan menerima tawaran apapun selain mengembalikan negeri dan hak-hak rakyat. Tidak ada tawar-menawar atas hak kembali para pengungsi Palestina. Hayyah menyebutkan, hak rakyat Palestina mencabut blokade, pihak perlawanan tidak terima blokade berlanjut, karenanya hak setiap warga Palestina untuk mencabut blokade.
Tokoh Hamas ini mengecam keras langkah yang diambil otoritas Ramallah melakukan perundingan dengan penjajah Zionis, meski pihak Zionis terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina. Hayyah menuntut para perunding Palestina untuk menjauhi gerbang kegagalan dan kembali menyatu dengan rakyat Palestina.
Al Qassam Tegaskan Siap Hadapi Setiap Agresi Zionis
Brigade al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas,
menegaskan kesiapannya untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap
rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza. Hal ini disampaikan al Qassam
dalam pawai besar brigade yang dilakukan di Jalur Gaza, Sabtu (14/9).
Juru bicara Brigade al Qassam mengatakan bahwa senjata perlawanan Palestina akan tetap siap untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap rakyat Palestina dan tidak akan melenceng kompas nya. Dia menegaskan bahwa semua konspirasi terhadap Jalur Gaza akan menemui kegagalan, insya Allah.
Juru bicara al Qassam menegaskan pawai ini merupakan langkah lapangan sebagai miniatur apa yang terjadi di perang. Dia menegaskan pawai ini dilakukan dalam rangka persiapan dan kesiapan untuk menghadapi pertempuran besar di saat pelanggaran-pelanggaran Zionis terhadap rakyat Palestina terus berlanjut.
Al Qassam menegaskan pentingnya penyatuan senjata untuk diarahkan kepada penjajah dan membalas setiap pelanggaran yang terus dilakukan terhadap masjid al Aqsha. Juru bicara al Qassam menegaskan bahwa perlawanan terus mengintai Zionis dan semua orang yang berusaha merusak keamanan di Gaza.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/16/39317/al-qassam-tegaskan-siap-hadapi-setiap-agresi-zionis/#ixzz2ldw6H0uv
Juru bicara Brigade al Qassam mengatakan bahwa senjata perlawanan Palestina akan tetap siap untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap rakyat Palestina dan tidak akan melenceng kompas nya. Dia menegaskan bahwa semua konspirasi terhadap Jalur Gaza akan menemui kegagalan, insya Allah.
Juru bicara al Qassam menegaskan pawai ini merupakan langkah lapangan sebagai miniatur apa yang terjadi di perang. Dia menegaskan pawai ini dilakukan dalam rangka persiapan dan kesiapan untuk menghadapi pertempuran besar di saat pelanggaran-pelanggaran Zionis terhadap rakyat Palestina terus berlanjut.
Al Qassam menegaskan pentingnya penyatuan senjata untuk diarahkan kepada penjajah dan membalas setiap pelanggaran yang terus dilakukan terhadap masjid al Aqsha. Juru bicara al Qassam menegaskan bahwa perlawanan terus mengintai Zionis dan semua orang yang berusaha merusak keamanan di Gaza.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/16/39317/al-qassam-tegaskan-siap-hadapi-setiap-agresi-zionis/#ixzz2ldw6H0uv
Hamas Ajak Tingkatkan Perlawanan di Tepi Barat
Elit gerakan perlawanan Hamas di Tepi Barat Husam
Badran mengatakan, alasan meletusnya perlawanan di Tepi Barat sudah
memungkinkan dan faktor-faktor nya setiap hari terus bertambah.
“Kini sudah saatnya ada gerakan massa yang melibatkan seluruh faksi-faksi Palestina dalam melawan rencana yahudisasi Zionis dan ekspansi pembangunan pemukiman.” Tegas Badran. Ia menegaskan dalam pernyataan khususnya kepada Quds Press kemarin akan pentingnya pertemuan gerakan massa bersama seluruh faksi Palestina saat ini.
Dia menegaskan hal itu menjadi darurat dan kewajiban nasional dan agama. Menanggapi seruan Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misyal agar meningkatkan perlawanan militer terhadap Israel dan membela Masjid Al-Aqsha dan menggelar pertemuan nasional Palestina untuk membuat strategi membela Al-Quds. Gerakan yang tidak terlibat akan bertanggung jawab di depan sejarah dan di depan Allah serta bangsa dan rakyatnya.
Tentang peran otoritas Palestina di Tepi Barat, Badran menegaskan jika melihat strategi politiknya saat ini, ia tidak yakin mereka akan terlibat dalam aksi massa tersebut. Justru Otoritas Palestina akan menghadapinya karena dianggap sebagai bahaya atas strategi politiknya, meskipun Fatah sebagai organisasi sipil memiliki peran dalam menghadapi langsung penjajah di Tepi Barat.
“Kini sudah saatnya ada gerakan massa yang melibatkan seluruh faksi-faksi Palestina dalam melawan rencana yahudisasi Zionis dan ekspansi pembangunan pemukiman.” Tegas Badran. Ia menegaskan dalam pernyataan khususnya kepada Quds Press kemarin akan pentingnya pertemuan gerakan massa bersama seluruh faksi Palestina saat ini.
Dia menegaskan hal itu menjadi darurat dan kewajiban nasional dan agama. Menanggapi seruan Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misyal agar meningkatkan perlawanan militer terhadap Israel dan membela Masjid Al-Aqsha dan menggelar pertemuan nasional Palestina untuk membuat strategi membela Al-Quds. Gerakan yang tidak terlibat akan bertanggung jawab di depan sejarah dan di depan Allah serta bangsa dan rakyatnya.
Tentang peran otoritas Palestina di Tepi Barat, Badran menegaskan jika melihat strategi politiknya saat ini, ia tidak yakin mereka akan terlibat dalam aksi massa tersebut. Justru Otoritas Palestina akan menghadapinya karena dianggap sebagai bahaya atas strategi politiknya, meskipun Fatah sebagai organisasi sipil memiliki peran dalam menghadapi langsung penjajah di Tepi Barat.
Hamas: “Pesawat Hebron” Bukti Baru Bahaya Kerjasama Keamanan
Gerakan perlawanan Islam “Hamas” menyatakan, penjajah zionis
mengungkap penangkapan yang dilakukan aparat keamanan otoritas terhadap
sayap pejuang Hamas, yang merencanakan peluncuran bom pesawat menuju
kawasan penjajah zionis, merupakan bukti baru betapa berbahayanya
kerjasama keamanan dengan penjajah zionis.
Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri dalam keterangannya, Jumat (25/10) menyebutkan, hal ini membuktikan peran kerjasama keamanan dalam upaya menggagalkan upaya perlawanan dan melindungi keamanan penjajah zionis.
Abu Zuhri atas nama Hamas menegaskan, tindakan ini tidak akan sukses menghalangi perlawanan melakukan perannya melindungi rakyat dan tempat suci.
Situs berita zionis “Wala” menyatakan, pasukan keamanan Palestina baru-baru ini menemukan sayap pejuang Brigade Al-Qassam yang merencakanan pengiriman pesawat kecil tanpa awak dari kawasan Hebron supaya meledak di kawasan internal zionis.
Mengutip sumber keamanan di otoritas Palestina di Ramallah, situs mengungkap bahwa aparat keamanan otoritas berhasil menangkap sejumlah aktifis Hamas di universitas Hebron yang terlibat dalam rencana ini.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/26/41153/hamas-pesawat-hebron-bukti-baru-bahaya-kerjasama-keamanan/#ixzz2lduUmUg7
Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri dalam keterangannya, Jumat (25/10) menyebutkan, hal ini membuktikan peran kerjasama keamanan dalam upaya menggagalkan upaya perlawanan dan melindungi keamanan penjajah zionis.
Abu Zuhri atas nama Hamas menegaskan, tindakan ini tidak akan sukses menghalangi perlawanan melakukan perannya melindungi rakyat dan tempat suci.
Situs berita zionis “Wala” menyatakan, pasukan keamanan Palestina baru-baru ini menemukan sayap pejuang Brigade Al-Qassam yang merencakanan pengiriman pesawat kecil tanpa awak dari kawasan Hebron supaya meledak di kawasan internal zionis.
Mengutip sumber keamanan di otoritas Palestina di Ramallah, situs mengungkap bahwa aparat keamanan otoritas berhasil menangkap sejumlah aktifis Hamas di universitas Hebron yang terlibat dalam rencana ini.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/26/41153/hamas-pesawat-hebron-bukti-baru-bahaya-kerjasama-keamanan/#ixzz2lduUmUg7
Pengamat Zionis: Sebentar Lagi Personel Hamas Berada di Jantung Israel
Pengamat politik Zionis di saluran televisi chenel 2 Israel, Roni
Danial memastikan sebentar lagi Zionis akan menemukan personel Hamas di
jantung kota Israel, di tengah terhentinya penelusuran terowongan di
perbatasan Gaza.
Dalam pernyataannya di acara “pengamatan” di chenel 2 Israel menyebutkan, apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dengan terluka nya enam serdadu Zionis di perbatasan Gaza tidak ada jalan keluar, mengingat alam terowongan dan interaksi terhadap terowongan ini serta bagaimana menghadapinya dengan lebih serius lagi.
Ia mengisyaratkan, tak mungkin bagi tentara Zionis menghindari operasi dari penentangnya di Gaza walaupun mungkin mereka tahu dimana akan terjadi peledakan, karena sifat dari terowongan ini sangat sulit ditembus dan berada di bawah perut bumi.
Di tengah tindakan militer Zionis yang dapat meledakkan kepala terowongan tapi tak sampai seluruhnya. Maka tentu terowongan itu akan kembali digunakan baik oleh aliran kanan maupun kiri atau pihak manapun. Hamas mempunyai sejumlah terowongan dengan tembusan dimana-mana. Ia menyerukan terowongan tersebut dihancurkan, mulai dari wilayah Zionis hingga Gaza.
Danial menambahkan, ranjau dan bom yang menimpa serdadu Zionis harus menjadi pelajaran penting untuk menyikapi terowongan setelahnya. Dalam hal ini, ia meminta militer Zionis segera melakukan intervensi ke internal Gaza dan mengancam Hamas secara nyata bagi setiap aktivitas. Tanpa tindakan tersebut, akan memudahkan bagi personel Hamas untuk menyearang Israel di masa yang akan datang.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41659/pengamat-zionis-sebentar-lagi-personel-hamas-berada-di-jantung-israel/#ixzz2ldtnNkbe
Dalam pernyataannya di acara “pengamatan” di chenel 2 Israel menyebutkan, apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dengan terluka nya enam serdadu Zionis di perbatasan Gaza tidak ada jalan keluar, mengingat alam terowongan dan interaksi terhadap terowongan ini serta bagaimana menghadapinya dengan lebih serius lagi.
Ia mengisyaratkan, tak mungkin bagi tentara Zionis menghindari operasi dari penentangnya di Gaza walaupun mungkin mereka tahu dimana akan terjadi peledakan, karena sifat dari terowongan ini sangat sulit ditembus dan berada di bawah perut bumi.
Di tengah tindakan militer Zionis yang dapat meledakkan kepala terowongan tapi tak sampai seluruhnya. Maka tentu terowongan itu akan kembali digunakan baik oleh aliran kanan maupun kiri atau pihak manapun. Hamas mempunyai sejumlah terowongan dengan tembusan dimana-mana. Ia menyerukan terowongan tersebut dihancurkan, mulai dari wilayah Zionis hingga Gaza.
Danial menambahkan, ranjau dan bom yang menimpa serdadu Zionis harus menjadi pelajaran penting untuk menyikapi terowongan setelahnya. Dalam hal ini, ia meminta militer Zionis segera melakukan intervensi ke internal Gaza dan mengancam Hamas secara nyata bagi setiap aktivitas. Tanpa tindakan tersebut, akan memudahkan bagi personel Hamas untuk menyearang Israel di masa yang akan datang.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41659/pengamat-zionis-sebentar-lagi-personel-hamas-berada-di-jantung-israel/#ixzz2ldtnNkbe
Hamas Desak Otoritas Palestina Hentikan “Bencana” Negosiasi dengan Israel
Hamas mendesak Otoritas Palestina di Ramallah untuk segera menghentikan “bencana” perundingan dengan Israel.
Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/10/2013) bahwa keputusan Israel untuk membangun 1.500 unit rumah baru di Yerusalem adalah hasil negosiasi dengan Otoritas Palestina.
Sami menyebut bahwa negosiasi itu adalah penutup untuk “praktik dan kejahatan” Israel.
Abu Zuhri mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membangun unit-unit perumahan baru sebagai kompensasi dilepaskannya para tahanan Palestina adalah bentuk pemerasan.
Dia mengatakan bahwa Hamas menyambut baik pembebasan tahanan Palestina dari setiap penjara-penjara Israel tetapi menegaskan tidak boleh ada harga politik yang harus dibayar.
Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/10/2013) bahwa keputusan Israel untuk membangun 1.500 unit rumah baru di Yerusalem adalah hasil negosiasi dengan Otoritas Palestina.
Sami menyebut bahwa negosiasi itu adalah penutup untuk “praktik dan kejahatan” Israel.
Abu Zuhri mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membangun unit-unit perumahan baru sebagai kompensasi dilepaskannya para tahanan Palestina adalah bentuk pemerasan.
Dia mengatakan bahwa Hamas menyambut baik pembebasan tahanan Palestina dari setiap penjara-penjara Israel tetapi menegaskan tidak boleh ada harga politik yang harus dibayar.
Minggu, 24 November 2013
Kemampuan Intelijen Hamas Membuat Zionis Makin Cemas
Surat kabar Zionis “Jerusalem Post” hari Sabtu (23/11) melansir
investigasi seputar membesarnya kemampuan intelijen gerakan Hamas dan
konflik intelijen yang terjadi antara entitas Zionis dan Hamas.
Komandan Devisi Gaza di militer Zionis, Kolonel Hamos Hacohen, mengatakan bahwa para pejuang Hamas tidak duduk-duduk berpangku tangan. Namun mereka membangun sistem penghimpun informasi intelijen mencakup pemasangan kamera dan yang sebagiannya dipasang di tiang-tiang setinggi 45 meter. Mereka siap melakukan aksi militer terhadap Zionis dan mereka memiliki sistem penghimpun informasi secara sistematis dan permanen. “Karena itu kita tidak boleh mengabaikannya dan kita harus membangun bank target,” tegasnya.
Sementara itu komandan batalyon penghimpun informasi intelijen Letnan Kolonel Tomer menyatakan bahwa Hamas terus bersiap sepanjang waktu. Pasukan Hamas merekam semua aktivitas yang dilakukan Hamas untuk menghimpun informasi tentang lokasi-lokasi Zionis yang dengan sendirinya membuktikan efektifitasnya dalam setiap konflik yang akan datang.
Komandan senior di militer Zionis ini menyatakan bahwa Hamas telah memutuskan menghimpun informasi intelijen di jantung ‘Israel’ dan bukan di jalur perbatasan saja. Untuk itu Hamas membangun jalur tiang-tiang dan balon-balon gas di pasang kamera.
Dia menambahkan, “Balon-balon pemantau ini menjadi potensi yang mencemaskan dan membuktikan niat Hamas yang tidak terbatas pada memperkuat pasukannya di bidang roket dan pembangunan terowongan menuju ‘tanah Israel’. Namun Hamas juga menghimpun informasi intelijen seputar apa yang terjadi di dalam ‘Israel’ serta gerakan militer dan warga sipil.”
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/25/42654/kemampuan-intelijen-hamas-membuat-zionis-makin-cemas/#ixzz2ldrRXdCd
Komandan Devisi Gaza di militer Zionis, Kolonel Hamos Hacohen, mengatakan bahwa para pejuang Hamas tidak duduk-duduk berpangku tangan. Namun mereka membangun sistem penghimpun informasi intelijen mencakup pemasangan kamera dan yang sebagiannya dipasang di tiang-tiang setinggi 45 meter. Mereka siap melakukan aksi militer terhadap Zionis dan mereka memiliki sistem penghimpun informasi secara sistematis dan permanen. “Karena itu kita tidak boleh mengabaikannya dan kita harus membangun bank target,” tegasnya.
Sementara itu komandan batalyon penghimpun informasi intelijen Letnan Kolonel Tomer menyatakan bahwa Hamas terus bersiap sepanjang waktu. Pasukan Hamas merekam semua aktivitas yang dilakukan Hamas untuk menghimpun informasi tentang lokasi-lokasi Zionis yang dengan sendirinya membuktikan efektifitasnya dalam setiap konflik yang akan datang.
Komandan senior di militer Zionis ini menyatakan bahwa Hamas telah memutuskan menghimpun informasi intelijen di jantung ‘Israel’ dan bukan di jalur perbatasan saja. Untuk itu Hamas membangun jalur tiang-tiang dan balon-balon gas di pasang kamera.
Dia menambahkan, “Balon-balon pemantau ini menjadi potensi yang mencemaskan dan membuktikan niat Hamas yang tidak terbatas pada memperkuat pasukannya di bidang roket dan pembangunan terowongan menuju ‘tanah Israel’. Namun Hamas juga menghimpun informasi intelijen seputar apa yang terjadi di dalam ‘Israel’ serta gerakan militer dan warga sipil.”
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/25/42654/kemampuan-intelijen-hamas-membuat-zionis-makin-cemas/#ixzz2ldrRXdCd
Kamis, 21 November 2013
Bocah Palestina Kunjungi Ayahnya di Penjara Untuk Yang Pertama dan Terakhir
Organisasi tawanan dan mantan tawanan Waid mengecam pelanggaran yang
terus berlanjut dari tentara Zionis terhadap hak-hak tawanan di dalam
penjara termasuk keluarganya yang akan berkunjung. Banyak keluarga
tawanan yang tidak bisa bertahan menanggung derita akibat kebijakan
tentara terkait kunjungan pihak keluarga ke penjara Zionis.
Dalam keterangannya yang dilansir PIP, Rabu (20/11) Waid mengatakan, tentara Zionis masih melarang anak-anak di bawah 10 tahun untuk mengunjungi bapaknya di dalam penjara, dengan berbagai alasan yang mengada-ada terkadang bertentangan dengan UU internasional dan kemanusiaan.
Waid mengungkapkan, bocah Husen Romi Hijazi akhirnya dapat mengunjungi ayahnya di penjara Raimon untuk pertama kalinya sejak ia dilahirkan dari balik jeruji besi dan penghalang kaca. Ia berbicara dengan ayahnya melalui pesawat telepon. Sebelumnya, bocah ini kelihatan gugup saat pertemuan itu, namun ada neneknya disampingnya yang berupaya mengurangi rasa gugup tersebut.
Akan tetapi betapa terkejutnya Husen Hijazi ternyata bahwa kunjungan kali itu merupakan yang pertama dan terakhir dalam hidupnya untuk bisa melihat dan berbicara dengan ayahnya. Karena ayahnya telah tiada untuk selama-lamanya beberapa hari setelah anaknya memasuki usia yang ke 11 yang seharusnya besok adalah tanggal kunjungannya kembali.
Dengan ini Waid mengungkapkan kekecewaanya terhadap sikap lembaga-lembaga kemanusiaan baik lokal maupun internasional yang tidak menyentuh masalah-masalah ini. Harusnya ada perhatian khusus dari lembaga-lembaga tersebut untuk mengungkap kejahatan Zionis dalam bidang kemanusiaan, ungkapnya.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42488/bocah-palestina-kunjungi-ayahnya-di-penjara-untuk-yang-pertama-dan-terakhir/#ixzz2lI0A3BSa
Dalam keterangannya yang dilansir PIP, Rabu (20/11) Waid mengatakan, tentara Zionis masih melarang anak-anak di bawah 10 tahun untuk mengunjungi bapaknya di dalam penjara, dengan berbagai alasan yang mengada-ada terkadang bertentangan dengan UU internasional dan kemanusiaan.
Waid mengungkapkan, bocah Husen Romi Hijazi akhirnya dapat mengunjungi ayahnya di penjara Raimon untuk pertama kalinya sejak ia dilahirkan dari balik jeruji besi dan penghalang kaca. Ia berbicara dengan ayahnya melalui pesawat telepon. Sebelumnya, bocah ini kelihatan gugup saat pertemuan itu, namun ada neneknya disampingnya yang berupaya mengurangi rasa gugup tersebut.
Akan tetapi betapa terkejutnya Husen Hijazi ternyata bahwa kunjungan kali itu merupakan yang pertama dan terakhir dalam hidupnya untuk bisa melihat dan berbicara dengan ayahnya. Karena ayahnya telah tiada untuk selama-lamanya beberapa hari setelah anaknya memasuki usia yang ke 11 yang seharusnya besok adalah tanggal kunjungannya kembali.
Dengan ini Waid mengungkapkan kekecewaanya terhadap sikap lembaga-lembaga kemanusiaan baik lokal maupun internasional yang tidak menyentuh masalah-masalah ini. Harusnya ada perhatian khusus dari lembaga-lembaga tersebut untuk mengungkap kejahatan Zionis dalam bidang kemanusiaan, ungkapnya.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42488/bocah-palestina-kunjungi-ayahnya-di-penjara-untuk-yang-pertama-dan-terakhir/#ixzz2lI0A3BSa
Rabu, 20 November 2013
Alhamdulillah, Akhirnya Palestina Punya Hak Suara di PBB
Untuk yang pertama kalinya, Palestina memberikan suaranya di Gedung Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (18/11).
Pemberian suara itu terjadi di Majelis Umum PBB dalam pemilihan hakim Mahkamah Internasional untuk mengadili kasus-kasus yang terjadi di negara-negara bekas Yugoslavia.
Berbagai negara dunia bergembira saat Riyad Mansour, Duta Besar Palestina di PBB memberikan suaranya untuk pertama kali dalam sejarah. Selama ini negara ini duduk sebagai negara pengamat.
“Keputusan yang diambil Majelis Umum hari ini untuk membolehkan Palestina bergabung dalam pemilihan tersebut merupakan penerimaan Palestina sebagai anggota penuh, sesuatu yang diharapkan bangsa Palestina selama ini,” kata Mansour.
Dalam pemilihan tersebut, sebagaimana dilaporkan Ma’an News, seorang hakim dari Togo terpilih dengan suara terbanyak.
Pemberian suara itu terjadi di Majelis Umum PBB dalam pemilihan hakim Mahkamah Internasional untuk mengadili kasus-kasus yang terjadi di negara-negara bekas Yugoslavia.
Berbagai negara dunia bergembira saat Riyad Mansour, Duta Besar Palestina di PBB memberikan suaranya untuk pertama kali dalam sejarah. Selama ini negara ini duduk sebagai negara pengamat.
“Keputusan yang diambil Majelis Umum hari ini untuk membolehkan Palestina bergabung dalam pemilihan tersebut merupakan penerimaan Palestina sebagai anggota penuh, sesuatu yang diharapkan bangsa Palestina selama ini,” kata Mansour.
Dalam pemilihan tersebut, sebagaimana dilaporkan Ma’an News, seorang hakim dari Togo terpilih dengan suara terbanyak.
Pesawat Zionis Lancarkan Serangkaian Serangan ke Jalur Gaza
Selasa (19/11) malam, pesawat-pesawat penjajah Zionis melancarkan
serangkaian serangan udara ke Khan Yunis di wilayah selatan Jalur Gaza
dan daerah Beit Hanun di utara Jalur Gaza.
Sumber-sumber Palestina mengatakan, pesawat tempur Zionis jenis F16 menggempur ladang pertanian di daerah Manarah di selatan Khan Yunis dengan dua rudal. Serangan ini mengakibatkan kerusakan di lokasi serangan namun tidak ada laporan korban jiwa.
Sumber ini menambahkan, pesawat tempur Zionis menggempur daerah Amaliyah di timur Qarawa, di samping target yang tidak ditentukan di daerah Bani Sahila. Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan ini. Pesawat tempur Zionis juga terus terbang intensif di langit wilayah selatan Jalur Gaza.
Di wilayah utara Jalur Gaza, Beit Hanun, pesawat tempur Zionis juga melancarkan dua serangan udara mengenai pos perlawanan Brigade Martir al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam di Palestina dan kota wisata Bisan. Serangan juga dilancarkan di daerah Jamarik. Namun tidak ada laporan korban jiwa dari serangkaian serangan tersebut.
Pihak pemerintah Palestina di Jalur Gaza telah mengosongkan semua pos keamanannya. Demikian juga faksi-faksi perlawanan Palestina juga telah mengosongkan pos-pos perlawanan mereka. Itu dilakukan setelah pesawat tempur Zionis terus terbang insentif di atas langit Jalur Gaza.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42449/pesawat-zionis-lancarkan-serangkaian-serangan-ke-jalur-gaza/#ixzz2lCbI168l
Sumber-sumber Palestina mengatakan, pesawat tempur Zionis jenis F16 menggempur ladang pertanian di daerah Manarah di selatan Khan Yunis dengan dua rudal. Serangan ini mengakibatkan kerusakan di lokasi serangan namun tidak ada laporan korban jiwa.
Sumber ini menambahkan, pesawat tempur Zionis menggempur daerah Amaliyah di timur Qarawa, di samping target yang tidak ditentukan di daerah Bani Sahila. Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan ini. Pesawat tempur Zionis juga terus terbang intensif di langit wilayah selatan Jalur Gaza.
Di wilayah utara Jalur Gaza, Beit Hanun, pesawat tempur Zionis juga melancarkan dua serangan udara mengenai pos perlawanan Brigade Martir al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam di Palestina dan kota wisata Bisan. Serangan juga dilancarkan di daerah Jamarik. Namun tidak ada laporan korban jiwa dari serangkaian serangan tersebut.
Pihak pemerintah Palestina di Jalur Gaza telah mengosongkan semua pos keamanannya. Demikian juga faksi-faksi perlawanan Palestina juga telah mengosongkan pos-pos perlawanan mereka. Itu dilakukan setelah pesawat tempur Zionis terus terbang insentif di atas langit Jalur Gaza.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42449/pesawat-zionis-lancarkan-serangkaian-serangan-ke-jalur-gaza/#ixzz2lCbI168l
Kekhawatiran Internasional, Gaza Tak Layak Untuk Hidup
Pejabat Internasional mengkhawatirkan Gaza berubah menjadi kawasan
yang tak layak untuk hidup, disebabkan blokade yang makin ketat. Hal ini
berdampak pada pertikaian sipil di Gaza, dan stabilitas di kawasan
regional, termasuk pada para pemukim Zionis yang tinggal di perbatasan
Gaza, jika tidak segera dicarikan solusinya.
Pilippo Grandy, Wakil Badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina “UNRWA” yang berakhir masa jabatannya menyebutkan, 19 dari 20 proyek kemanusiaan UNRWA di Gaza telah berhenti beroperasi.
Di hadapan pengawas dan para donatur baik individu maupun pemerintah bagi pengungsi Palestina, dalam pertemuannya di ibukota Yordania, Amman, Grandy menyatakan, UNRWA sejak bulan Maret lalu tidak mendapatkan izin dari pemerintahan Israel untuk menjalankan proyek pembangunan di Gaza, dan sejak bulan lalu tidak mampu mengimpor bahan bangunan.
Ditambahkannya, usai penutupan sejumlah terowongan di perbatasan Gaza dan Mesir, dan tidak didapatnya izin dari Israel untuk memasukkan barang ekspor, harga makin tinggi disebabkan langkanya barang, di samping kelangkaan bahan bakar yang memicu berhentinya pembangkit listrik satu-satunya di Gaza.
Grandy mendesak masyarakat internasional untuk tidak melupakan Gaza, dan memberikan bantuan kemanusiaan ke sana.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42451/kekhawatiran-internasional-gaza-tak-layak-untuk-hidup/#ixzz2lCaasn6c
Pilippo Grandy, Wakil Badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina “UNRWA” yang berakhir masa jabatannya menyebutkan, 19 dari 20 proyek kemanusiaan UNRWA di Gaza telah berhenti beroperasi.
Di hadapan pengawas dan para donatur baik individu maupun pemerintah bagi pengungsi Palestina, dalam pertemuannya di ibukota Yordania, Amman, Grandy menyatakan, UNRWA sejak bulan Maret lalu tidak mendapatkan izin dari pemerintahan Israel untuk menjalankan proyek pembangunan di Gaza, dan sejak bulan lalu tidak mampu mengimpor bahan bangunan.
Ditambahkannya, usai penutupan sejumlah terowongan di perbatasan Gaza dan Mesir, dan tidak didapatnya izin dari Israel untuk memasukkan barang ekspor, harga makin tinggi disebabkan langkanya barang, di samping kelangkaan bahan bakar yang memicu berhentinya pembangkit listrik satu-satunya di Gaza.
Grandy mendesak masyarakat internasional untuk tidak melupakan Gaza, dan memberikan bantuan kemanusiaan ke sana.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42451/kekhawatiran-internasional-gaza-tak-layak-untuk-hidup/#ixzz2lCaasn6c
Senin, 18 November 2013
Netanyahu Desak Palestina Akui Negara Yahudi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Ahad (17/11) menyeru
Palestina agar membuat konsesi dalam pembicaraan perdamaian dengan
Israel. Dia mengatakan perundingan “tidak beku”.
“Pembicaraan tidak beku. Kami berbicara,” kata pemimpin hawkish Israel itu dalam satu wawancara dalam acara CNN, State of the Union, yang ditayangkan pada Ahad.
Sebelumnya beredar laporan bahwa pembicaraan telah ditangguhkan sejak tim perunding Palestina mundur pada 5 November dalam protes terhadap berlanjutnya pembangunan rumah di permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki.
Pemimpin perunding Palestina, Saeb Erekat, Sabtu (16/11) mengatakan Palestina tidak mundur dari perundingan yang dimulai kembali pada penghujung Juli setelah dorongan kuat dari Pemerintah Presiden AS Barack Obama.
“Namun, saya kira saya ingin melihat gerakan di pihak Palestina,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
“Setiap orang berbicara mengenai konsesi Israel. Sudah waktunya untuk berbicara juga mengenai konsesi Palestina, seperti mengakui negara Yahudi,” kata Netanyahu.
“Kalian mau kami mengakui Negara Palestina buat rakyat Palestina,” ia menjelaskan. “Bagaimana dengan mengakui negara Yahudi buat rakyat Yahudi?”
Washington dan kedua pihak berusaha mencapai kesepakatan status-akhir paling lambat pada April tahun depan. Erekat mengatakan Palestina tetap terikat komitmen pada kerangka waktu tersebut.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/18/42325/netanyahu-desak-palestina-akui-negara-yahudi/#ixzz2l04Ry5LV
“Pembicaraan tidak beku. Kami berbicara,” kata pemimpin hawkish Israel itu dalam satu wawancara dalam acara CNN, State of the Union, yang ditayangkan pada Ahad.
Sebelumnya beredar laporan bahwa pembicaraan telah ditangguhkan sejak tim perunding Palestina mundur pada 5 November dalam protes terhadap berlanjutnya pembangunan rumah di permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki.
Pemimpin perunding Palestina, Saeb Erekat, Sabtu (16/11) mengatakan Palestina tidak mundur dari perundingan yang dimulai kembali pada penghujung Juli setelah dorongan kuat dari Pemerintah Presiden AS Barack Obama.
“Namun, saya kira saya ingin melihat gerakan di pihak Palestina,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
“Setiap orang berbicara mengenai konsesi Israel. Sudah waktunya untuk berbicara juga mengenai konsesi Palestina, seperti mengakui negara Yahudi,” kata Netanyahu.
“Kalian mau kami mengakui Negara Palestina buat rakyat Palestina,” ia menjelaskan. “Bagaimana dengan mengakui negara Yahudi buat rakyat Yahudi?”
Washington dan kedua pihak berusaha mencapai kesepakatan status-akhir paling lambat pada April tahun depan. Erekat mengatakan Palestina tetap terikat komitmen pada kerangka waktu tersebut.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/18/42325/netanyahu-desak-palestina-akui-negara-yahudi/#ixzz2l04Ry5LV
Kamis, 14 November 2013
Setelah “M75” Apa Yang Disembunyikan Brigade Al-Qassam?
Barigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menganggap
rudal Fajr 5 dan M75 buatan lokal yang terus diperbarui merupakan hal
biasa jika digunakan dalam pertempuran mendatang.
Warga di Gaza berbangga membicarakan kejutan mendatang, mereka
memprediksi Al-Qassam memiliki taktik dan senjata yang disembunyikan,
yang bisa menghentikan musuh, mengakhiri agresinya, atau
mempertimbangkan kembali sebelum melakukan agresi ke Gaza.
Kejutan Pukulan Terhadap Tel Aviv
Warga Gaza dan juga dunia belum pernah berfikir sebelumnya, bahwa
hanya dalam setahun mampu memukul Tel Aviv, ibukota entitas penjajah
Zionis, yang ditakuti dunia, dan ternyata Gaza mampu membuat perimbangan
kekuatan, yang membuat Zionis khawatir secara keseluruhannya.
Rudal jarak jauh jenis M75 merupakan kejutan Al-Qassam terhadap
penjajah Zionis dan sekutunya, dan sebelumnya menggoncangkan Zionis yang
gagal menghentikan kemampuan Al-Qassam, yang mampu membuat dan
menyembunyikan rudal ini.
Meski telah berlalu satu tahun, namun entitas Zionis masih
terguncang, setelah Al-Qassam mampu merespon pembunuhan yang dilakukan
Zionis terhadap pemimpin mereka, Ahmad Al-Ja’bari, dengan menyerang kota
Tel Aviv, hanya 8 jam setelah pembunuhan berlangsung.
Serangan terhadap Tel Aviv ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun yang dilakukan dengan tangan Palestina sendiri.
Dalam rilis militernya, Brigade Al-Qassam menyatakan, pejuangnya
dengan pertolongan Allah, Rabu (14/11/12) tepat jam 23:57 mampu
menyerang kota Tel Aviv dengan rudal buatan lokal.
Seorang wartawan Amerika, Aron Clain, yang berada di Tel Aviv saat
jatuhnya rudal M75 milik Al-Qassam, menyebutkan, pemerintah Zionis
memintanya untuk tidak menyebarkan informasi ini, karena rudal tersebut
jatuh di sasaran yang penting.
Menurut pengamat Zionis, Amer Aron, dalam harian Haretz, serangan
terhadap sasaran penting di kota Tel Aviv dan Al-Quds, menjadi catatan
kesuksesan gerakan Hamas dan sayap militernya.
Menurutnya, serangan terhadap Tel Aviv tidak bisa dipandang enteng,
karena sejak tahun 1948, tidak ada satu pun negara Arab, selain Irak
tahun 1991, yang mampu melakukan serangan seperti yang dilakukan Hamas.
Dengan keberhasilan ini, Organisasi Palestina terutama Hamas telah
memecahkan rekor yang dicapai Hizbullah dalam perang Libanon tahun 2006,
pungkasnya.
Kamis, 31 Oktober 2013
Uskup Agung Alexios Puji PM Haniyah
Uskup Agung Ortodoks Yunani Alexios di Gaza
menegaskan bahwa gerakan Hamas dan pemerintahnya sangat memperhatikan
keamanan Gereja dan umat Kristen di Jalur Gaza.
Dalam wawancaranya dengan DW, Alexios tak sungkan memuji pemerintah
Ismail Haniyah yang telah menjaga umat Kristen. Ia menyebutkan bahwa
kerja sama antara Gereja dan Hamas tidak berubah.
“Kita hidup dalam keamanan yang sama sekarang, terutama setelah
pecahnya Intifada kedua pada tahun 2000. Sebelum aturan Hamas ada,
kekacauan keamanan dan gangguan tersebar di jalanan Palestina. Tapi saat
ini kami tidak menghadapi masalah,” tambahnya.
Sang uskup menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara umat Muslim dan Kristen di Jalur Gaza.
Penasihat Media Haniyah Taher a -Nunu mengatakan bahwa “Orang Kristen
di Gaza hidup aman seperti halnya umat Muslim, dan kami selalu bertemu
dengan para pejabat untuk mendengarkan masalah dan tuntutan mereka dalam
rangka membantu mereka.”
Gereja Ortodoks Yunani merupakan gereja terbesar dan tertua dari tiga gereja yang tersisa di Jalur Gaza.
Selasa, 29 Oktober 2013
Hamas Peringatkan Zionis Akibat Agresi ke Jalur Gaza
Gerakan Perlawanan Islam Hamas menilai serangan udara yang
dilancarkan pesawat-pesawat tempur Zionis ke Jalur Gaza pada Senin
(28/10) pagi merupakan eskalasi exhibisi yang bertujuan untuk meneror
warga sipil Palestina.
Hamas menegaskan bahwa penjajah Zionis harus bertanggung jawab penuh
atas setiap dampak dan efek eskalasi ini. Hamas memperingatkan bahwa
penjajah Zionis memanfaatkan kondisi Arab, perundingan dengan OP dan
koordinasi keamanan dengan OP untuk melakukan agresi ke Jalur Gaza,
bersamaan dengan operasi keamanan brutal di Tepi Barat yang diselingi
dengan operasi penangkapan terhadap puluhan mahasiswa dan tokoh nasional
melalui koordinasi dengan otoritas Palestina.
Hamas menegaskan bahwa penjajah Zionis tidak akan berhasil memuluskan
kemauannya dengan meraba denyut perlawanan dan menguji kesabarannya.
Pada Senin pagi, kemarin, pesawat tempur Zionis melancarkan serangan
udara ke kota Gaza, namun tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
Pesawat Tempur Israel Serang Wilayah Timur Gaza
Sebuah pesawat tempur Israel berputar-putar di atas langit Gaza dan
menyerang barat utara kota yang dikepung pada hari Senin pagi
(28/10/2013) kemarin.
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada wartawan PIC bahwa pesawat
perang Israel itu menembakkan dua rudal di daerah tak berpenghuni dekat
menara Mawkusi.
Akibatnya, dua lubang besar yang dalam menganga, namun tidak ada korban yang dilaporkan.
Pasukan pendudukan Israel baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap Jalur Gaza terutama di timur wilayah tersebut.
Kamis, 12 September 2013
Palestina Peringatkan Rencana Terorganisir Zionis Hancurkan Al-Aqsha
Pemerintah Palestina memperingatkan bahaya penyerangan berkali-kali
pasukan penjajah Zionis dan warga pemukim Yahudi ekstrim dan rencana
untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha serta yahudisasi kota Al-Quds.
Dalam keterangannya Selasa (10/9), pemerintah Palestina setelah
pertemuan pekanan menegaskan pihaknya memantau perkembangan masjid
Al-Aqsha dan apa yang dialaminya dengan kegelisahan dan kekhawatiran
akibat penyerangan dan penggerebekan yang dilakukan warga Yahudi.
Pemerintah Palestina menilai tindakan warga ekstrim Yahudi yang didukung
oleh militer dan pemerintah Zionis merupakan bahaya langsung terhadap
masjid Al-Aqsha.
Pemerintah Palestina menambahkan, penyerangan itu sebagai langkah
awal melakukan tindakan yang lebih berbahaya, khususnya untuk
menghancurkan masjid Al-Aqsha dan mendirikan Kuil Solomon mitos Yahudi.
Pemerintah mengecam pengakuan penjajah Zionis yang menemukan
peninggalan Yahudi di bawah halaman masjid Al-Aqsha.
Pemerintah Palestina juga menegaskan kebohongan Zionis ini dalam
rangka menciptakan sejarah yang tidak ada realitasnya. Tindakan Zionis
ini mengharuskan aksi nyata Liga Arab dan OKI serta seluruh pejuang
pembebasan di dunia untuk menghadang upaya dan memberikan peringatan
kepada Zionis serta warga ekstrimnya agar tidak melanjutkan
langkah-langkah berbahaya ini.
Selain itu pemerintah juga menyerukan pentingnya membuka perlintasan
Rafah secara penuh dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan ruang
kepada warga agar bisa menyeberang dan melakukan perjalanan, khususnya
warga yang terkatung katung di sana semakin banyak. Situasi ini terjadi
akibat penutupan perlintasan tersebut. Pemerintah menyerukan pentingnya
lembaga-lembaga internasional menunaikan tanggungjawabnya terhadap apa
yang terjadi di Gaza dan yang semakin keras menghadapi blokade. Situasi
itu yang menyebabkan penderitaan rakyat semakin parah.
Pemerintah Palestina di Gaza mengecam berlanjutnya pemerintah Ramalah
yang melakukan perundingan dengan Zionis yang hanya merupakan sia-sia
tanpa hasil yang jelas sebagai legitimasi atas berlanjutnya
kejahatan-kejahatan Israel terutama dalam hal pembangunan pemukiman
Yahudi.
Pemerintah menegaskan sikapnya yang kuat mendukung dihentikannya
usaha perundingan dan kembali kepada prinsip-prinsip dan undang-undang
dasar Palestina.
Memoar Syeikh Ahmad Yasin
Gerakan Hamas menerbitkan sebuah buku yang memaparkan kehidupan syeikh syahid Ahmad Yasin, dengan judul: Seseorang laksana satu umat.
Buku berisi 94 halaman ini berisi pendahuluan dan cuplikan kehidupan
beliau, di samping ungkapan abadi tentang kepemimpinan yang benar,
landasan dan konstitusi Hamas, sikap politiknya, termasuk persoalan
Palestina, dan sejumlah surat-surat beliau kepada segenap pihak.
Tim penyusun menegaskan, buku ini merupakan album untuk mengungkapkan
kecintaan yang besar dan penghargaan tanpa batas kepada seseorang yang
telah membangun bagian dari sejarah yang belum dicatat sejarah, beliau
laksana umat tanpa batas. Seorang ulama yang gemar memberi dan dermawan,
percikan cahaya yang menyala, meski telah gugur syahid, semangatnya
masih hidup di dalam jiwa pejuang Palestina.
Foto yang dimuat dalam buku ini diambil dari segenap fase beragam
kehidupan syeikh Ahmad Yasin, untuk mencatat lembaran baru kehidupan
para mujahid, yang bernazar hidupnya untuk Allah, dan berguna bagi
bangsa. Jika menginginkan kebahagiaan dan kenyamanan, tidak ada seorang
pun yang mencelanya, beliau cepat bergerak meski lumpuh, kuat tekadnya
meski tubuhnya kurus.
Tim penyusun menjelaskan, buku ini merupakan bagian dari kehidupan
syeikh, tujuannya agar sampai kepada para pecinta beliau, apa yang
tersembunyi dari kehidupan beliau sulit untuk dijabarkan, buku ini
memuat fase beragam kehidupan syeikh sampai saat kesyahidan beliau.
Beberapa foto yang dimuat dalam buku ini antara lain, syeikh Ahmad
Yasin bersama para pemimpin Hamas: Misy’al, Rantisi, Abu Marzuq, Abu
Syanab, Zehar, Haniyah, Syumah dan sejumlah pimpinan lainnya, termasuk
juga bersama pemimpin nasional: syahid Yasir Arafat, dan beberapa tokoh
pergerakan Palestina lainnya. di samping juga bersama tokoh ulama umat,
seperti syeikh Yusuf Qaradawi, juga bersama para pemimpin Sudan, Kuwait
dan Qatar.
Buku ini juga mencakup cuplikan perkataan syeikh Yasin yang
menjelaskan rambu-rambu gerakan Hamas, antara lain menegaskan bahwa
pimpinan Hamas dan kadernya adalah para pencari syahid. Beliau
menyatakan: “Kita adalah para pencari kesyahidan, kita tidak hendak
meraih kehidupan, hidup ini hanya sepele dan murah, kita sedang menuju
kehidupan abadi.
Di antara pesan syeikh yang disampaikan kepada para pemuda antara lain: Wahai
para pemuda, kalian adalah kekuatan bangsa ini, dan kalian adalah masa
depan umat, dengan jihad kita mulia, dengan berperang kita mulia, dengan
kesyahidan kita mulia. Sementara sikap menyerah adalah jalan menuju
kehinaan, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian atas
perjuangan, pengorbanan serta konsistensi kalian.
Buku ditutup dengan sejumlah panorama foto syeikh Ahmad Yasin dengan desain yang indah.
Rabu, 04 September 2013
Al-Quds Hanya Bisa Dibebaskan Dengan Perlawanan
Jubir media gerakan Pembebasan “Ahrar” Ir. Yaser Khalaf menegaskan,
Al-Quds adalah tema utama konflik dan pembebasannya tidak akan bisa
kecuali dengan perlawanan. Hal itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa
faksi-faksi perlawanan Palestina.
Dalam keterangannya hari ini Rabu (9/4), Khalaf menyampaikan bahwa
aksi yang digelar kemarin dilakukan untuk menyampaikan pesan sikap
seluruh kelompok dan elemen di Palestina yang menolak politik Zionis
terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.
Ia menegaskan, semua tindakan kekerasan Zionis terhadap Masjid
Al-Aqsha; yahudisasi, pelecehan, penistaan, penggalian terowongan bawah
tanah masjid dan pengusiran warga kota Al-Quds tidak akan berhasil dalam
mengubah realita Arab dan Islam serta demografi di kota suci itu.
Khalaf meminta kepada perunding Palestina untuk berhenti melakukan
tindakan sia-sia dalam perundingan di tengah berlanjutnya pelanggaran
penjajah Zionis terhadap tempat suci di Al-Quds. Ia menegaskan, Al-Quds
tidak akan bisa dibebaskan melalui perundingan sia-sia. Sebab
perundingan akan memberikan legitimasi kepada Zionis untuk melanjutkan
serangannya terhadap tanah dan tempat suci di Al-Quds. Kota suci ini
hanya bisa dibebaskan dengan perlawanan bersenjata sebagai pilihan
strategis bagi bangsa Palestina dalam membebaskan tanah air dan tempat
sucinya.
Jubir media ini menyerukan bangsa Arab dan Islam untuk bertanggung
jawab terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan bukan
hanya Palestina untuk bekerja serius mendukung perjuangan ketegaran
warga Palestina di Al-Quds dalam membela tempat suci dan Masjid
Al-Aqsha. Ia juga menyerukan kepada rakyat Palestina di wilayah jajahan
1948 dan di kota Al-Quds untuk berjuang menjaganya dari serangan
ekstremis Yahudi di sana.
Bentrokan di Al-Aqsha Terus Meluas
Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan
penjajah zionis meluas hingga ke baldah Abu Deish pagi ini. Bentrokan
warga ini sebagai bentuk protes atas serangan kelompok ekstrim Yahudi ke
Masjid Al-Aqsha. Akibatnya, puluhan warga dari pelajar sekolah dan
Universitas Abu Deish mengalami sesak nafas akibat tembakan gas air mata
dari penjajah zionis.
Sumber-sumber lokal menegaskan, bentrokan sengit antara pelajar
Palestina dan pasukan penjajah zionis menyebabkan sejumlah pelajar
mengalami sesak nafas. Kondisi sampai saat ini di Al-Quds masih tegang
setelah jamaah shalat Masjid Al-Aqsha menghadang kelompok yahudi ekstrim
menggerebek Masjid Al-Aqsha dini hari ini melalui gerbang Magharibah
untuk merayakan tahun baru yahudi.
Seperti diberitakan, Jamaah shalat dan pasukan penjajah zionis pagi
hari ini terlibat bentrokan di dalam halaman Masjid Al-Aqsha. Jamaah
shalat terdiri dari pemuda Palestina. Bentrokan terjadi setelah delapan
warga ekstrimis yahudi menggerebek masjid ini dari pintu gerbang
Magharibah dengan penjagaan polisi Israel yang cukup banyak.
Ulama Muslim Dunia: Blokade dan Memperketat Jalur Gaza Hukumnya Haram
Persatuan Ulama Muslim Dunia menfatwakan haramnya blokade Jalur Gaza
dan usaha memperketatnya. Mereka meminta pemerintah Mesir membuka
perlintasan Rafah secara penuh.
Dalam “bayan”nya hari ini Rabu, Persatuan Ulama menegaskan,
dalil-dalil syariat dari Al-Quran, Sunnah dan Ijma’ sangat banyak yang
mengharamkan tindakan menyakiti dan melakukan permusuhan terhadap
makhluk selain manusia sekalipun, apalagi terhadap saudara-saudara kita
di Palestina?
Mereka menambahkan, blokade terhadap saudara-saudara kita di Gaza dan
mempersempitnya serta memerangi pintu rezki mereka termasuk tindakan
diharamkan dan bisa membinasakan pelakunya.
Bayan yang ditandatangani oleh ketua Persatuan Ulama ini Yusuf
Qaradhawi dan Sekjennya Ali Al-Qarrah bahwa tindakan kekerasan dan
prosedur ketat dari pihak Mesir menutup perlintasan Rafah kecuali hanya
beberapa jam dibuka, termasuk menghancurkan rumah-rumah warga miskin di
perbatasan yang merupakan pintu masuk atau keluar terowongan bawah tanah
yang digunakan untuk menyalurkan barang kebutuhan setiap hari baik obat
atau makanan atau pakaian yang dianggap mengancam keamanan Mesir adalah
tindakan tidak manusiawi dan melanggar syariat Islam.
Rafah adalah pintu perlintasan satu-satunya bagi setengah juta warga
Palestina di Jalur Gaza yang terblokade. Perlintasan ini ditutup sejak
Mursi dikudeta secara paksa pada 3 Juni lalu kecuali hanya dibuka
beberapa jam dan ditutup lagi.
Minggu, 01 September 2013
Shalah: 4 September Al-Aqsha Akan Dibakar Zionis
Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan
menyerukan semua orang menuju Al-Aqsha pada Rabu (4/9) menyusul seruan
berbagai kelompok Yahudi untuk menyerbu Al-Aqsha pada musim hari besar
agama mereka.
Ajakan Shalah ini disampaikannya dalam khutbah
Jum’at di masjid Hawaranah, Kfar Qara. ia mengatakan, beberapa hari yang
lalu, tepatnya tanggal 21 Agustus, kami memperingati hari pembakaran
Masjid Al-Aqsha yang dilakukan Michael Rohan, seorang Yahudi ekstremis
keturunan Australia. Dan dari berbagai bukti yang kami kumpulkan
menunjukkan, Zionis mempunyai rencana besar yang akan segera
dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Yaitu, ingin segera menghilangkan
Masjid Al-Aqsha.
Menurut data yang kami miliki, Rohan telah
menggunakan cairan khusus untuk membakar Masjid Al-Aqsha yang tidak
dipunyai kecuali oleh militer. Bukti menunjukkan bahwa pembakaran
Al-Aqsha merupakan awal dari semua rencana yang mereka canangkan untuk
menghilangkan eksistensi Al-Aqsha dari muka bumi ini. Data menunjukkan
yang membakar Masjid Al-Aqsha bukan satu orang. Bukti lain, bahwa Yahudi
saat itu, melarang semua mobil pemadam kebakaran beroperasi memadamkan
kebakaran tersebut. Akibatnya, hanya ibu-ibu dan bapak-bapak berusaha
memadamkan kebakaran tersebut dengan mengambil air seadanya dengan
tangan mereka. Mereka mengambil air dari rumah-rumah mereka yang
jaraknya cukup jauh dari masjid. Mereka panggul air tersebut di
pundak-pundak mereka, demi untuk memadamkan kejahatan Zionis tersebut.
Dari
sini, kami peringatkan pada kaum muslimin, bahwa kebakaran ini sangat
mungkin terjadi lagi, menyusul berbagai seruan dan rencana yang mereka
canangkan pada 4 September mendatang untuk membumi hanguskan Al-Aqsha.
Dengan
ini, kami menyerukan semua kaum muslimin untuk menuju Al-Aqsha pada
tanggal tersebut, kami sangat mengharapkan kemurahan kalian, keikhlasan
kalian untuk membela dan mempertahankan Al-Aqsha, Insya Allah
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/29/38659/shalah-4-september-al-aqsha-akan-dibakar-zionis/#ixzz2deVQeejj
Selasa, 20 Agustus 2013
ADK dan AD Palestina
Palestina adalah negeri para syuhada, negerinya para Nabi. Kiblat
pertama Umat Muslim tempat isro’ mi’rajnya Rasulullah SAW. Negeri yang
diberkahi sekelilingnya, tanahnya subur dan menjadi tempat bersejarah
umat Muslim. Tempat yang disucikan oleh Allah, menjadikan berlipat
pahala jika shalat di Masjid Al-Aqshanya.
Negeri itu sekarang
sedang dilanda gundah oleh orang-orang yang tidak beradab, sedang
terancam oleh orang-orang yang moyangnya dikutuk menjadi kere hina,
sedang menderita oleh orang-orang yang pengecut dan ‘banci’, sedang
menangis oleh orang-orang yang sombong, sedang merintih kesakitan karena
orang-orang yang tak bertanggungjawab. Namun ketahuilah bahwasanya itu
adalah tanta-tanda dari akhir zaman, tanda kehancuran bagi kaum Zionis
yang dilaknat Allah SWT.
Sabtu, 8 juni pukul 09.00 di Masjid
Kampus diadakanlah sebuah kajian menyambut Isra’ Mi’raj yang
mendatangkan salah seorang Pejuang Hamas Palestina. Membuat semakin
jelas dan nyata apa yang pernah kit abaca, lihat, dan kita dengarkan
selama ini. Wajah pejuang Hamas yang kekar namun memancarkan cahaya
kehidupan menceritakan tentang Negri yang terjajah, yaitu Negri kaum
Muslimin Palestina.
Dimulai dengan Rencana pembangunan Yahudi di
pemukiman Gaza dan tepi Barat. “Bangsa Yahudi sedang mengadakan sebuah
proyek besar untuk membuat Israel Raya dengan mencaplok sedikit-demi
sedikit tanah palestina,” kemudian dilanjutkan dengan betapa sulitnya
Rakya palestina membangun rumah di atas tanahnya sendiri. “kalau kami
ingin membangun rumah di atas tanah kami sendiri maka kami harus membuat
izin pembangunan yang prosesnya sangat lam, bisa sampai 4 tahun.
Kalupun diizinkan misalnya maka kami harus membayar dengan sangat mahal
untuk perizinan itu.”
Sungguh Gila peraturan itu, namun belum ada
apa-apanya jika kita mendengarkan penuturan saudara kita yang pernah
dipenjara pada usia 16 tahun ini, beliau melanjutkan
“kesulitan-kesulitan yang lainnya adalah saat kami harus menggunakan
jasa-jasa dari pemerintah, seperti jasa air, telpon, listrik dan yang
lainnya. Kami harus membayar per bulannya $ 500 AS (setara dengan
Rp.5.000.000) dan itu wajib kami bayar meskipun misalnya rumah kami
tinggalkan selama sebulan lebih sehingga tidak menggunakan sama sekali
jasa tersebut, mereka akan mengatakan ‘kalian telah membuat kami rugi
dengan tidak memanfaatkan jasa kami, maka kalian akan tetap menbayarnya
sebagai denda’. Belum lagi jatah air yang kami gunakan hanyalah 30
literan saja per harinya sementara kebutuhan akan air sangatlah kami
butuhkan, maka jika kami menggunakan lebih dari batas yang telah
ditentukan maka kami akan didenda dan membayarnya lagi atas kelebihan
yang kami gunakan.
Benar-benar ide gila yang jika didengarkan oleh
siapa saja akan meresa geram dan pasti akan membela warga palestina
yang sekarang sudah membuktikan wujudnya ke permukaan dari berbagai
kalangan non-muslim. Kemudian Pejuang Hamas melanjutkan “ada kisah
seorang Ibu bernama Umu Qamil. Ibu yang hidup bersama suaminya dengan
damai, namunharus tabah menghadapi petugas Israel yang mengatakan bahwa
setengah dari tanahnya itu adalah hak dari bangsa yahudi dan akhirnya
ahrus berdampingan dengan orang yang palng bejat dari orang Yahudi.
Selama hidup bertetangga orang yahudi ini selalu membuat gara-gara untuk
memicu pertikaian agar Ummu Qamil dan keluarganya tidak betah di sana.
Ii dilakukan agar ummu Qamil mau meninggalkan rumahnya karena tidak
betah lagi. Pernah tetangganya dari Yahudi ini melempari dengan kotoran
BABnya di depan halaman, membuat gaduh, dan aktivitas yang sangat tidak
wajar. Namun selama itu Ummu Qamil dan keluarganya tidak berniat sama
sekali untuk meninggalkan tanah tempat rumahnya itu berdiri karena
kecintaannya terhadap Tanah airnya. Ternyata kesabaran Ummu Qamil
membuat jengkel petugas yang harus mendatangkan kementrian pertamanan
Israel untuk membujuk Ummu Qamil agar mau menandatangani surat penjualan
rumah dengan harga berapapun dengan alas an bahwa daerah itu akan
dijadikan sebagai temapt wisata. Namun Ummu Qamil dan keluarga tetap
menolak membuat tenda di depan rumahnya yang disita. Dan ketahuilah
inilah yang mendatangkan perhatian dunia dari kalangan aktivis HAM yang
membela perjuangan Ummu Qamil dan ikut membuat tenda di depan tendanya.”
Setelah
itu Sang pejuang yang ingin berbagi itu menuturkan “Propaganda media
sangatlah gencar dilakukan oleh Bangsa yahudi terhadap kami, mereka
mengburkan yang benar menjadi salah dan yang salah seolah-olah benar,
membuat kesan bahwa masjid Al-Aqsha tidak suci lagi dengan menjadikannya
ttmpat wisata. Ada lagi selain propaganda dan ketidak adilan mereka
kepada kami. Mereka membuat peraturan yang sangat menguntungkan mereka
dan merugikan bagi kami. Ketika mereka melakukan pelanggaran di daerah
Palestina maka mereka akan dipenjarakan tidak lebih dari sehari,
sementara jika kami yang melakukan pelanggaran maka bertahun-tahun kami
di kurungan penjara. Ada juga ponisponis yang sangat tidak wajar. Ada
hukuman penjara yang sampai 1000 tahun bahkan 10.000 tahun. Maka jika
tahanan meninggal dunia jasadnya tidak boleh dibawa oleh keluarganya
sampai batas waktu penjara habis.”
Dan setelah itu beliau
melanjutkan ke semangat kaum muda para Pejuang Palestina. Dimuali dari
semangat pemudanya menuntut ilmu “Ada kisah seorang akhwat yang
bersemangat menuntut ilmu, namun temapt kuliahnya harus melewati tembok
setinggi 9 km dan 20 km ke bawah serta 5 meter ketebalannya. Jika harus
melewati gerbang maka akhwat kami ini harus melewati beberapa
pemeriksaan dan itu sangat mustahil bisa lolos. Dan terpaksalah dia
harus memutari jarak yang jauh dan memutas agar bisa ke tempat
sekolahnya dan itu dilakukannya setiap hari. Ternyata aktivitasnya itu
diketuhi oleh penjaga Israel dan memantau pergerakannya selama ini.
Ternyata seteah beberapa kali melihat akhwat kami itu, penjaga itu
sengaja melepaskan tempakan yang mengenai kakinya dan membuatnya pingsan
dan harus dibawa ke rumahsakit oleh mobil ambulance kami. Dan saya
melihat aktivitas di kampus ini membuat saya menghayal sendainya kami
bisa menuntut ilmu semudah kalian, maka pasti banyak ilmu yang ingin
kami pelajari. Deretan pohon yang sejuk tertata rapi membuat khayalan
indah di Negri kami. Sungguh kami berharap kalian bisa lebih baik dari
kami.”
Setelah menyemangati kami, sang Pejuang hamas kembali
bercerita tentang semangat para pemudanya “Saat pertempuran 8 ahri
terakhir kemarin itu kami namakan sebagai PERANG BATU NERAKA MELAWAN
IRONDAM. Perang yang menembus jantung ibu kota Tel Aviv Israel dan harus
memaksa Perdana Mentri Israel untuk genjatan senjata. Yang memaksa para
tentara Israel ketakutan dan kehilangan nyali sebagai tentara. Yang
harus mengakui kekuatan Bangsa Palestina dan mengakui kelemahan system
pertahanan Irondam oleh ‘batu-batu dari neraka’ yang dikirimkan oleh
Allah dalam bentuk teknologi canggih. Dan semua itu dilakukan oleh
anak-anak muda seperti usia-usia kalian saat ini.”
Ya, itulah yang
diceritakan oleh Pejuang Hamas dan menginfirasi kami pada saat itu.
Kisah-kisah nyata yang membuat malu kami para Aktivis Dakwah karena
sangat jauh sekali perbedaan perjuangan kami dengan mereka. Membuat
hormone endorphin kami menjadi naik dan memaksa raga ini untuk lebih
giat lagi rasanya mengerjakan amanah dakwah di kampus. Kalu hanya
membuat proposal sangatlah jauh jika hars beradu argument dengan orang
keras kepala seperti orang-orang Zionis. Jika hanya mengantarkan surat
sangatlah jauh jika harus mengendap-ngendap dari penjagaan penjaga. Jika
hanya syuro’ tidaklah sama dengan mengatur siasat perang di dentuman
rudal dan letusan peluru. Jika hanya menghadiri agenda dakwah tidaklah
sebanding dengan ketepatan dan kesiagaan para pemuda yang melakukan
serangan kepada kaum Zionis. Jika hanya menaati qiyadah tidaklah
sebanding dengan kesiapan jihad para pemuda Palestina. Jika hanya harus
belajar maka tidaklah setara dengan usaha akhwat Palestina yang memiliki
harapan tinggi akan perubahan Negerinya…. Ya, ikhwah, Harapan itu Masih
ada, tetaplah berharap kepada Sang Pemenuh harapan dan buktikan dalam
Kerja-kerja Ikhlas agar menjadi Harmoni kehidupan yang indah penuh
Cinta.
Parlemen Palestina Tuntut Hentikan Perundingan Dan Terapkan Rekonsiliasi
Parlemen Palestina di Gaza, Selasa (20/8) menggelar sidang khusus
membahas laporan komite politik seputar keputusan otoritas Ramallah yang
hendak kembali ke meja perundingan dengan penjajah Zionis. Sidang
dipimpin Dr. Ahmad Bahar, Deputi pertama ketua parlemen, dihadiri PM
Ismail Haniyah dan sejumlah anggota parlemen.
Bahar menyatakan
kecaman keras pembantaian keji terhadap rakyat Mesir oleh pasukan
militer dan kepolisian Mesir, termasuk pembunuhan lebih dari 40 tawanan
Mesir pada Ahad lalu, baik karena gas air mata maupun peluru tajam oleh
pihak kepolisian Mesir, serta pembunuhan 24 tentara Mesir di Sinai
kemarin.
Menurut Bahar, pembunuhan dan penumpahan darah yang terus
berlanjut secara keji sangat bertentangan dengan semua norma langit dan
kemanusiaan, serta hukum internasional dan HAM. Bahar menuntut dunia
untuk bergerak mengakhiri penumpahan darah di Mesir.
Terkait
internal Palestina, Bahar menuntut segera hengkang dari perundingan
sia-sia dengan penjajah Zionis, yang telah terbukti gagal selama lebih
dari 20 tahun dan membawa bahaya besar bagi Palestina. Dan bekerja
dengan semua kekuatan untuk mendukung perlawanan membela Palestina,
menghadapi rencana yahudisasi dan proyek pemukiman Zionis di wilayah
Palestina. Bahar menyerukan untuk menerapkan rekonsiliasi dan mengakhiri
perpecahan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dalam dialog
rekonsiliasi.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/21/38309/parlemen-palestina-tuntut-hentikan-perundingan-dan-terapkan-rekonsiliasi/#ixzz2ca0luoOw
Misy’al Kembali Terpilih Memimpin Hamas
Kelompok
perjuangan Palestina Hamas hari Senin (1/4/2013) kembali memilih Khalid Misy’al
untuk masa jabatan baru. Demikian dikatakan sumber-sumber pejabat gerakan itu
yang sedang berkumpul di Kairo.
“Para pemimpin Hamas memilih
Misy’al,” kata salah seorang pejabat tinggi Hamas kepada AFP lewat
telepon dari ibukota Kairo dan meminta untuk tidak disebutkan namanya,
kutip Al-Arabiya.
Sebelumnya para pejabat Hamas sudah
mengatakan kemungkinan Misy’al akan dipilih kembali oleh Dewan Syura guna
memimpin organisasi mereka empat tahun ke depan dan menyebut pengangkatannya
kembali “sudah diketahui luas.”
Meskipun demikian, menjelang
pertemuan, muncul spekulasi bahwa pemimpin yang tinggal dalam pengasingan itu
akan dipinggirkan oleh para pemimpin lainnya, yang memerintah di Gaza sejak
2007.
Misy’al sendiri tahun lalu sudah
menyatakan tidak berharap terpilih kembali.
Namun rupanya, keadaan dan situasi
di Timur Tengah yang berubah setelah Arab Spring 2011 “mendorong Hamas untuk
memilih kembali Misy’al … yang telah memberikan wajah nasional bagi gerakan itu
… serta memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab,” kata salah seorang
pejabat Hamas kemarin.
Misy’al, 56, merupakan seorang
politisi veteran yang memiliki hubungan baik dengan negara-negara di kawasan
itu seperti Mesir, Qatar dan Turki. Dia merupakan kunci pembebasan Hamas dari
isolasi politik menyusul kemengangan gerakan tersebut dalam pemilu dan
mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza pada tahun 2007.
Dilaporkan 2 orang anggota Dewan
Syura, yang diyakini memiliki 60 anggota, menolak pengangkatan kembali Misy’al
sebagai pemimpin Hamas.
Hamas sudah memulai proses pemilihan
internal sejak setahun lalu, yang dilakukan secara rahasia di sejumlah negara,
dengan kondisi yang diliputi dengan misteri karena tertutup erat dan kekurangan
logistik yang terus menerus.
Gerakan Hamas terdiri dari empat
komponen, para aktivis di Jalur Gaza, di Tepi barat, di pengasingan atau
negara-negara lain, serta mereka yang dipenjara oleh Zionis Yahudi. Setiap
komponen itu memilih pemimpin lokal mereka masing-masing dan delegasi untuk
duduk di Dewan Syura. Dewan tersebut kemudian memilih anggota politbiro pembuat
keputusan dan pemimpin lembaga tersebut. Tahap terakhir itulah yang dituntaskan
di Kairo kemarin.
Misy’al pertama kali menjadi
pemimpin Hamas pada tahun 1996 dan empat tahun ke depan dia masih akan membawa
gerakan itu memperjuangkan pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi.*
Langganan:
Postingan (Atom)