Parlemen Palestina di Gaza, Selasa (20/8) menggelar sidang khusus
membahas laporan komite politik seputar keputusan otoritas Ramallah yang
hendak kembali ke meja perundingan dengan penjajah Zionis. Sidang
dipimpin Dr. Ahmad Bahar, Deputi pertama ketua parlemen, dihadiri PM
Ismail Haniyah dan sejumlah anggota parlemen.
Bahar menyatakan
kecaman keras pembantaian keji terhadap rakyat Mesir oleh pasukan
militer dan kepolisian Mesir, termasuk pembunuhan lebih dari 40 tawanan
Mesir pada Ahad lalu, baik karena gas air mata maupun peluru tajam oleh
pihak kepolisian Mesir, serta pembunuhan 24 tentara Mesir di Sinai
kemarin.
Menurut Bahar, pembunuhan dan penumpahan darah yang terus
berlanjut secara keji sangat bertentangan dengan semua norma langit dan
kemanusiaan, serta hukum internasional dan HAM. Bahar menuntut dunia
untuk bergerak mengakhiri penumpahan darah di Mesir.
Terkait
internal Palestina, Bahar menuntut segera hengkang dari perundingan
sia-sia dengan penjajah Zionis, yang telah terbukti gagal selama lebih
dari 20 tahun dan membawa bahaya besar bagi Palestina. Dan bekerja
dengan semua kekuatan untuk mendukung perlawanan membela Palestina,
menghadapi rencana yahudisasi dan proyek pemukiman Zionis di wilayah
Palestina. Bahar menyerukan untuk menerapkan rekonsiliasi dan mengakhiri
perpecahan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dalam dialog
rekonsiliasi.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/21/38309/parlemen-palestina-tuntut-hentikan-perundingan-dan-terapkan-rekonsiliasi/#ixzz2ca0luoOw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar