Kamis, 12 September 2013

Palestina Peringatkan Rencana Terorganisir Zionis Hancurkan Al-Aqsha

Pemerintah Palestina memperingatkan bahaya penyerangan berkali-kali pasukan penjajah Zionis dan warga pemukim Yahudi ekstrim dan rencana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha  serta yahudisasi kota Al-Quds.
Dalam keterangannya Selasa (10/9), pemerintah Palestina setelah pertemuan pekanan menegaskan pihaknya memantau perkembangan masjid Al-Aqsha dan apa yang dialaminya dengan kegelisahan dan kekhawatiran akibat penyerangan dan penggerebekan yang dilakukan warga Yahudi. Pemerintah Palestina menilai tindakan warga ekstrim Yahudi yang didukung oleh militer dan pemerintah Zionis merupakan bahaya langsung terhadap masjid Al-Aqsha.
Pemerintah Palestina menambahkan, penyerangan itu sebagai langkah awal melakukan tindakan yang lebih berbahaya, khususnya untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha  dan mendirikan Kuil Solomon mitos Yahudi. Pemerintah mengecam pengakuan penjajah Zionis yang menemukan peninggalan Yahudi di bawah halaman masjid Al-Aqsha.
Pemerintah Palestina juga menegaskan kebohongan Zionis ini dalam rangka menciptakan sejarah yang tidak ada realitasnya. Tindakan Zionis ini mengharuskan aksi nyata Liga Arab dan OKI serta seluruh pejuang pembebasan di dunia untuk menghadang upaya dan memberikan peringatan kepada Zionis serta warga ekstrimnya agar tidak melanjutkan langkah-langkah berbahaya ini.
Selain itu pemerintah juga menyerukan pentingnya membuka perlintasan Rafah secara penuh dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan ruang kepada warga agar bisa menyeberang dan melakukan perjalanan, khususnya warga yang terkatung katung di sana semakin banyak. Situasi ini terjadi akibat penutupan perlintasan tersebut. Pemerintah menyerukan pentingnya lembaga-lembaga internasional menunaikan tanggungjawabnya terhadap apa yang terjadi di Gaza dan yang semakin keras menghadapi blokade. Situasi itu yang menyebabkan penderitaan rakyat semakin parah.
Pemerintah Palestina di Gaza mengecam berlanjutnya pemerintah Ramalah yang melakukan perundingan dengan Zionis yang hanya merupakan sia-sia tanpa hasil yang jelas sebagai legitimasi atas berlanjutnya kejahatan-kejahatan Israel terutama dalam hal pembangunan pemukiman Yahudi.
Pemerintah menegaskan sikapnya yang kuat mendukung dihentikannya usaha perundingan dan kembali kepada prinsip-prinsip dan undang-undang dasar Palestina.

Memoar Syeikh Ahmad Yasin

Gerakan Hamas menerbitkan sebuah buku yang memaparkan kehidupan syeikh syahid Ahmad Yasin, dengan judul: Seseorang laksana satu umat.
Buku berisi 94 halaman ini berisi pendahuluan dan cuplikan kehidupan beliau, di samping ungkapan abadi tentang kepemimpinan yang benar, landasan dan konstitusi Hamas, sikap politiknya, termasuk persoalan Palestina, dan sejumlah surat-surat beliau kepada segenap pihak.
Tim penyusun menegaskan, buku ini merupakan album untuk mengungkapkan kecintaan yang besar dan penghargaan tanpa batas kepada seseorang yang telah membangun bagian dari sejarah yang belum dicatat sejarah, beliau laksana umat tanpa batas. Seorang ulama yang gemar memberi dan dermawan, percikan cahaya yang menyala, meski telah gugur syahid, semangatnya masih hidup di dalam jiwa pejuang Palestina.
Foto yang dimuat dalam buku ini diambil dari segenap fase beragam kehidupan syeikh Ahmad Yasin, untuk mencatat lembaran baru kehidupan para mujahid, yang bernazar hidupnya untuk Allah, dan berguna bagi bangsa. Jika menginginkan kebahagiaan dan kenyamanan, tidak ada seorang pun yang mencelanya, beliau cepat bergerak meski lumpuh, kuat tekadnya meski tubuhnya kurus.
Tim penyusun menjelaskan, buku ini merupakan bagian dari kehidupan syeikh, tujuannya agar sampai kepada para pecinta beliau, apa yang tersembunyi dari kehidupan beliau sulit untuk dijabarkan, buku ini memuat fase beragam kehidupan syeikh sampai saat kesyahidan beliau.
Beberapa foto yang dimuat dalam buku ini antara lain, syeikh Ahmad Yasin bersama para pemimpin Hamas: Misy’al, Rantisi, Abu Marzuq, Abu Syanab, Zehar, Haniyah, Syumah dan sejumlah pimpinan lainnya, termasuk juga bersama pemimpin nasional: syahid Yasir Arafat, dan beberapa tokoh pergerakan Palestina lainnya. di samping juga bersama tokoh ulama umat, seperti syeikh Yusuf Qaradawi, juga bersama para pemimpin Sudan, Kuwait dan Qatar.
Buku ini juga mencakup cuplikan perkataan syeikh Yasin yang menjelaskan rambu-rambu gerakan Hamas, antara lain menegaskan bahwa pimpinan Hamas dan kadernya adalah para pencari syahid. Beliau menyatakan: “Kita adalah para pencari kesyahidan, kita tidak hendak meraih kehidupan, hidup ini hanya sepele dan murah, kita sedang menuju kehidupan abadi.
Di antara pesan syeikh yang disampaikan kepada para pemuda antara lain: Wahai para pemuda, kalian adalah kekuatan bangsa ini, dan kalian adalah masa depan umat, dengan jihad kita mulia, dengan berperang kita mulia, dengan kesyahidan kita mulia. Sementara sikap menyerah adalah jalan menuju kehinaan, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian atas perjuangan, pengorbanan serta konsistensi kalian.
Buku ditutup dengan sejumlah panorama foto syeikh Ahmad Yasin dengan desain yang indah.

Rabu, 04 September 2013

Al-Quds Hanya Bisa Dibebaskan Dengan Perlawanan

Jubir media gerakan Pembebasan “Ahrar” Ir. Yaser Khalaf menegaskan, Al-Quds adalah tema utama konflik dan pembebasannya tidak akan bisa kecuali dengan perlawanan. Hal itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa faksi-faksi perlawanan Palestina.
Dalam keterangannya hari ini Rabu (9/4), Khalaf menyampaikan bahwa aksi yang digelar kemarin dilakukan untuk menyampaikan pesan sikap seluruh kelompok dan elemen di Palestina yang menolak politik Zionis terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.
Ia menegaskan, semua tindakan kekerasan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsha; yahudisasi, pelecehan, penistaan, penggalian terowongan bawah tanah masjid dan pengusiran warga kota Al-Quds tidak akan berhasil dalam mengubah realita Arab dan Islam serta demografi di kota suci itu.
Khalaf meminta kepada perunding Palestina untuk berhenti melakukan tindakan sia-sia dalam perundingan di tengah berlanjutnya pelanggaran penjajah Zionis terhadap tempat suci di Al-Quds. Ia menegaskan, Al-Quds tidak akan bisa dibebaskan melalui perundingan sia-sia. Sebab perundingan akan memberikan legitimasi kepada Zionis untuk melanjutkan serangannya terhadap tanah dan tempat suci di Al-Quds. Kota suci ini hanya bisa dibebaskan dengan perlawanan bersenjata sebagai pilihan strategis bagi bangsa Palestina dalam membebaskan tanah air dan tempat sucinya.
Jubir media ini menyerukan bangsa Arab dan Islam untuk bertanggung jawab terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan bukan hanya Palestina untuk bekerja serius mendukung perjuangan ketegaran warga Palestina di Al-Quds dalam membela tempat suci dan Masjid Al-Aqsha. Ia juga menyerukan kepada rakyat Palestina di wilayah jajahan 1948 dan di kota Al-Quds untuk berjuang menjaganya dari serangan ekstremis Yahudi di sana.

Bentrokan di Al-Aqsha Terus Meluas

Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan penjajah zionis meluas hingga ke baldah Abu Deish pagi ini. Bentrokan warga ini sebagai bentuk protes atas serangan kelompok ekstrim Yahudi ke Masjid Al-Aqsha. Akibatnya, puluhan warga dari pelajar sekolah dan Universitas Abu Deish mengalami sesak nafas akibat tembakan gas air mata dari penjajah zionis.
Sumber-sumber lokal menegaskan, bentrokan sengit antara pelajar Palestina dan pasukan penjajah zionis menyebabkan sejumlah pelajar mengalami sesak nafas. Kondisi sampai saat ini di Al-Quds masih tegang setelah jamaah shalat Masjid Al-Aqsha menghadang kelompok yahudi ekstrim menggerebek Masjid Al-Aqsha dini hari ini melalui gerbang Magharibah untuk merayakan tahun baru yahudi.
Seperti diberitakan, Jamaah shalat dan pasukan penjajah zionis pagi hari ini terlibat bentrokan di dalam halaman Masjid Al-Aqsha. Jamaah shalat terdiri dari pemuda Palestina. Bentrokan terjadi setelah delapan warga ekstrimis yahudi menggerebek masjid ini dari pintu gerbang Magharibah dengan penjagaan polisi Israel yang cukup banyak.

Ulama Muslim Dunia: Blokade dan Memperketat Jalur Gaza Hukumnya Haram

Persatuan Ulama Muslim Dunia menfatwakan haramnya blokade Jalur Gaza dan usaha memperketatnya. Mereka meminta pemerintah Mesir membuka perlintasan Rafah secara penuh.
Dalam “bayan”nya hari ini Rabu, Persatuan Ulama menegaskan, dalil-dalil syariat dari Al-Quran, Sunnah dan Ijma’ sangat banyak yang mengharamkan tindakan menyakiti dan melakukan permusuhan terhadap makhluk selain manusia sekalipun, apalagi terhadap saudara-saudara kita di Palestina?
Mereka menambahkan, blokade terhadap saudara-saudara kita di Gaza dan mempersempitnya serta memerangi pintu rezki mereka termasuk tindakan diharamkan dan bisa membinasakan pelakunya.
Bayan yang ditandatangani oleh ketua Persatuan Ulama ini Yusuf Qaradhawi dan Sekjennya Ali Al-Qarrah bahwa tindakan kekerasan dan prosedur ketat dari pihak Mesir menutup perlintasan Rafah kecuali hanya beberapa jam dibuka, termasuk menghancurkan rumah-rumah warga miskin di perbatasan yang merupakan pintu masuk atau keluar terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyalurkan barang kebutuhan setiap hari baik obat atau makanan atau pakaian yang dianggap mengancam keamanan Mesir adalah tindakan tidak manusiawi dan melanggar syariat Islam.
Rafah adalah pintu perlintasan satu-satunya bagi setengah juta warga Palestina di Jalur Gaza yang terblokade. Perlintasan ini ditutup sejak Mursi dikudeta secara paksa pada 3 Juni lalu kecuali hanya dibuka beberapa jam dan ditutup lagi.

Minggu, 01 September 2013

Shalah: 4 September Al-Aqsha Akan Dibakar Zionis

Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan menyerukan semua orang menuju Al-Aqsha pada Rabu (4/9) menyusul seruan berbagai kelompok Yahudi untuk menyerbu Al-Aqsha pada musim hari besar agama mereka.
Ajakan Shalah ini disampaikannya dalam khutbah Jum’at di masjid Hawaranah, Kfar Qara. ia mengatakan, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 Agustus, kami memperingati hari pembakaran Masjid Al-Aqsha yang dilakukan Michael Rohan, seorang Yahudi ekstremis keturunan Australia. Dan dari berbagai bukti yang kami kumpulkan menunjukkan, Zionis mempunyai rencana besar yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Yaitu, ingin segera menghilangkan Masjid Al-Aqsha.
Menurut data yang kami miliki, Rohan telah menggunakan cairan khusus untuk membakar Masjid Al-Aqsha yang tidak dipunyai kecuali oleh militer. Bukti menunjukkan bahwa pembakaran Al-Aqsha merupakan awal dari semua rencana yang mereka canangkan untuk menghilangkan eksistensi Al-Aqsha dari muka bumi ini. Data menunjukkan yang membakar Masjid Al-Aqsha bukan satu orang. Bukti lain, bahwa Yahudi saat itu, melarang semua mobil pemadam kebakaran beroperasi memadamkan kebakaran tersebut. Akibatnya, hanya ibu-ibu dan bapak-bapak berusaha memadamkan kebakaran tersebut dengan mengambil air seadanya dengan tangan mereka. Mereka mengambil air dari rumah-rumah mereka yang jaraknya cukup jauh dari masjid. Mereka panggul air tersebut di pundak-pundak mereka, demi untuk memadamkan kejahatan Zionis tersebut.
Dari sini, kami peringatkan pada kaum muslimin, bahwa kebakaran ini sangat mungkin terjadi lagi, menyusul berbagai seruan dan rencana yang mereka canangkan pada 4 September mendatang untuk membumi hanguskan Al-Aqsha.
Dengan ini, kami menyerukan semua kaum muslimin untuk menuju Al-Aqsha pada tanggal tersebut, kami sangat mengharapkan kemurahan kalian, keikhlasan kalian untuk membela dan mempertahankan Al-Aqsha, Insya Allah

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/29/38659/shalah-4-september-al-aqsha-akan-dibakar-zionis/#ixzz2deVQeejj