Ketua Komite Rakyat Anti Blokade Gaza, Jamal al Khudhri, menegaskan
bahwa tiga persoalan utama strategis yang mengancam masa depan kehidupan
di Jalur Gaza adalah masalah air, listrik dan limbah.
Dia menyerukan lembaga-lembaga internasional yang mendukung rakyat
Palestina agar mengarahkan dananya ke masalah strategis ini dan penting
untuk membuat solusi mendasar bagi ketiga masalah ini.
Khudhri mengatakan bahwa blokade dengan taring-taringnya telah
mencabik-cabik tubuh Jalur Gaza. Dia menyerukan masyarakat internasional
agar turun tangan menekan penjajah Zionis agar membuka seluruh
perlintasan dengan Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis mengelabui dunia bahwa dia telah
membebaskan blokade dan mengklaim telah memasok bahan-bahan ke Jalur
Gaza dengan mudah. Namun kenyataan yang tidak diketahui adalah bahwa
penjajah Zionis hanya berbicara di media, kebutuhan yang masuk ke Jalur
Gaza hanya 20% dari bahan bangunan dan sisanya puluhan bahan pokok masuk
dalam daftar larangan masuk Jalur Gaza.
Khudhri mengatakan, “Blokade ini bertentangan dengan semua perjanjian
internasional yang mengikat penjajah Zionis, yaitu bahwa penjajah
Zionis memperlakukan persoalan Palestina dan Jalur Gaza tanpa
memperhatikan pelaksanaan perjanjian-perjanjian dan piagam-piagam
internasional.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/07/40269/krisis-air-listrik-dan-limbah-mengancam-gaza/#ixzz2nJMJWTyD
Kamis, 12 Desember 2013
Amerika Gelontorkan 400 Juta Dollar untuk Bantu Pertahanan Udara Israel
Senat dan parlemen Amerika menyetujui anggaran pertahanan AS tahun
2014 mencapai 552.100.000.000 dollar, termasuk bantuan tambahan mencapai
400 juta dolar untuk pertahanan udara Zionis.
Sementara itu, menurut situs harian Yedeot Aharonot hari ini menyebutkan, anggaran pertahanan Amerika untuk tahun 2014 telah mendapat persetujuan dari sebagian besar anggota senat, baik dari partai Republik maupun demokrat.
Mereka juga sudah menyepakati pemberian bantuan tambahan untuk sistem pertahanan udara Zionis “Tongkat Sihir” sebanyak 400 juta dollar.
Demikian juga peningkatan roket Arow3 yang diperkirakan masuk dalam bantuan militer tahun depan dan penambahan sistem baterai baru “Iron Dome.”
Ia mengisyaratkan, bantuan dana ini di luar bantuan rutin AS tiap tahunnya ke Israel yang mencapi 3,1 milyar dollar tiap tahun. (pip/sbb/dakwatuna)
Sementara itu, menurut situs harian Yedeot Aharonot hari ini menyebutkan, anggaran pertahanan Amerika untuk tahun 2014 telah mendapat persetujuan dari sebagian besar anggota senat, baik dari partai Republik maupun demokrat.
Mereka juga sudah menyepakati pemberian bantuan tambahan untuk sistem pertahanan udara Zionis “Tongkat Sihir” sebanyak 400 juta dollar.
Demikian juga peningkatan roket Arow3 yang diperkirakan masuk dalam bantuan militer tahun depan dan penambahan sistem baterai baru “Iron Dome.”
Ia mengisyaratkan, bantuan dana ini di luar bantuan rutin AS tiap tahunnya ke Israel yang mencapi 3,1 milyar dollar tiap tahun. (pip/sbb/dakwatuna)
Di tengah Blokade dan Cuaca Ekstrim, Bencana Kemanusiaan Mengancam Gaza
Pemerintah Palestina di Gaza memperingatkan bahwa situasi di Jalur
Gaza bisa menjadi bencana kemanusiaan akibat blokade, menyusul datangnya
musim dingin yang ekstrim menerpa wilayah Palestina.
Pemerintah Palestina menyerukan bangsa Arab dan umat Islam, masyarakat dunia, organisasi PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk menyelamatkan Jalur Gaza yang diblokade dari bencana ini.
Mendagri Fathi Hamad mengatakan, “Bisa jadi Gaza pada nantinya sama sekali tidak layak untuk hidup di tengah-tengah ketatnya blokade, terputusnya aliran listrik, kelangkaan bahan bakar dan kurangnya sumber daya.
Dia menambahkan, “Blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza berdampak sangat besar pada seluruh fasilitas kehidupan di tengah-tengah rendahnya suhu udara.”
Dia menyatakan bahwa pemerintah Gaza telah membentuk sejumlah komite darurat di level daerah, kementerian dan pertahanan sipil. “Dengan logistik seadanya kami berusaha sampai orang-orang, menyelamatkan mereka dan mengevakuasi ke lokasi aman supaya mereka tidak terkena banjir. Meski demikian, ada banyak kesulitan yang kami hadapi,” imbuh Hamad dalam konferensi pers yang di adakan di daerah Shaftawi, kawasan yang terancam banjir di utara Jalur Gaza, Rabu (11/12).
Hamad meminta negara-negara Arab dan Islam membebaskan blokade atas Jalur Gaza dan mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza. Dia juga menyerukan masyarakat dunia agar memberikan bantuan ke Jalur Gaza yang jumlah penduduknya lebih dari 1,8 juta jiwa tersebut.
Dia mengatakan, “Yang harus dilakukan semua pihak, terutama tetangga-tetangga kami, adalah membebaskan blokade dan mendukung rakyat kami dengan mengirim bantuan, obat-obatan, menyelesaikan krisis listrik dan mengakhiri penderitaan ribuan tawanan.”
Dia menyatakan bahwa hujan yang deras mengguyur Jalur Gaza para hari-hari ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari segi derasnya curah dan meratanya, sehingga mengakibatkan banjir di banyak wilayah yang tidak siap menyambut datangnya volume air besar sehingga banyak rumah yang tenggelam, pompa ngadat dan tingginya genangan air di banyak daerah di Jalur Gaza.
Dia menambahkan, “Ini masih awal musim dingin. Diprediksi curah hujan akan bertambah di tengah-tengah cuaca dingin, kelangkaan bahan bakar dan tidak adanya listrik. Ini semakin menambah kesulitan dalam menyelamatkan warga dan menyediakan sarana untuk melindungi mereka.”
Untuk diketahui bahwa belakangan ini Jalur Gaza dilanda hujan es akibat suhu udara yang sangat dingin. Selain curah yang tinggi, hujan juga merata di seluruh wilayah Jalur Gaza. Akibatnya banyak wilayah yang terancam banjir dan rumah-rumah tenggelam oleh genangan air dalam volume besar. (pip/sbb/dakwatuna)
Pemerintah Palestina menyerukan bangsa Arab dan umat Islam, masyarakat dunia, organisasi PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk menyelamatkan Jalur Gaza yang diblokade dari bencana ini.
Mendagri Fathi Hamad mengatakan, “Bisa jadi Gaza pada nantinya sama sekali tidak layak untuk hidup di tengah-tengah ketatnya blokade, terputusnya aliran listrik, kelangkaan bahan bakar dan kurangnya sumber daya.
Dia menambahkan, “Blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza berdampak sangat besar pada seluruh fasilitas kehidupan di tengah-tengah rendahnya suhu udara.”
Dia menyatakan bahwa pemerintah Gaza telah membentuk sejumlah komite darurat di level daerah, kementerian dan pertahanan sipil. “Dengan logistik seadanya kami berusaha sampai orang-orang, menyelamatkan mereka dan mengevakuasi ke lokasi aman supaya mereka tidak terkena banjir. Meski demikian, ada banyak kesulitan yang kami hadapi,” imbuh Hamad dalam konferensi pers yang di adakan di daerah Shaftawi, kawasan yang terancam banjir di utara Jalur Gaza, Rabu (11/12).
Hamad meminta negara-negara Arab dan Islam membebaskan blokade atas Jalur Gaza dan mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza. Dia juga menyerukan masyarakat dunia agar memberikan bantuan ke Jalur Gaza yang jumlah penduduknya lebih dari 1,8 juta jiwa tersebut.
Dia mengatakan, “Yang harus dilakukan semua pihak, terutama tetangga-tetangga kami, adalah membebaskan blokade dan mendukung rakyat kami dengan mengirim bantuan, obat-obatan, menyelesaikan krisis listrik dan mengakhiri penderitaan ribuan tawanan.”
Dia menyatakan bahwa hujan yang deras mengguyur Jalur Gaza para hari-hari ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari segi derasnya curah dan meratanya, sehingga mengakibatkan banjir di banyak wilayah yang tidak siap menyambut datangnya volume air besar sehingga banyak rumah yang tenggelam, pompa ngadat dan tingginya genangan air di banyak daerah di Jalur Gaza.
Dia menambahkan, “Ini masih awal musim dingin. Diprediksi curah hujan akan bertambah di tengah-tengah cuaca dingin, kelangkaan bahan bakar dan tidak adanya listrik. Ini semakin menambah kesulitan dalam menyelamatkan warga dan menyediakan sarana untuk melindungi mereka.”
Untuk diketahui bahwa belakangan ini Jalur Gaza dilanda hujan es akibat suhu udara yang sangat dingin. Selain curah yang tinggi, hujan juga merata di seluruh wilayah Jalur Gaza. Akibatnya banyak wilayah yang terancam banjir dan rumah-rumah tenggelam oleh genangan air dalam volume besar. (pip/sbb/dakwatuna)
Langganan:
Postingan (Atom)