Ketua Komite Rakyat Anti Blokade Gaza, Jamal al Khudhri, menegaskan
bahwa tiga persoalan utama strategis yang mengancam masa depan kehidupan
di Jalur Gaza adalah masalah air, listrik dan limbah.
Dia menyerukan lembaga-lembaga internasional yang mendukung rakyat
Palestina agar mengarahkan dananya ke masalah strategis ini dan penting
untuk membuat solusi mendasar bagi ketiga masalah ini.
Khudhri mengatakan bahwa blokade dengan taring-taringnya telah
mencabik-cabik tubuh Jalur Gaza. Dia menyerukan masyarakat internasional
agar turun tangan menekan penjajah Zionis agar membuka seluruh
perlintasan dengan Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis mengelabui dunia bahwa dia telah
membebaskan blokade dan mengklaim telah memasok bahan-bahan ke Jalur
Gaza dengan mudah. Namun kenyataan yang tidak diketahui adalah bahwa
penjajah Zionis hanya berbicara di media, kebutuhan yang masuk ke Jalur
Gaza hanya 20% dari bahan bangunan dan sisanya puluhan bahan pokok masuk
dalam daftar larangan masuk Jalur Gaza.
Khudhri mengatakan, “Blokade ini bertentangan dengan semua perjanjian
internasional yang mengikat penjajah Zionis, yaitu bahwa penjajah
Zionis memperlakukan persoalan Palestina dan Jalur Gaza tanpa
memperhatikan pelaksanaan perjanjian-perjanjian dan piagam-piagam
internasional.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/07/40269/krisis-air-listrik-dan-limbah-mengancam-gaza/#ixzz2nJMJWTyD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar