Senin, 25 November 2013

4 Mujahid Al-Qassam Gugur Dalam Bentrokan Dengan Pasukan Zionis Di Khan Younis

Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas mengumumkan gugurnya 4 mujahid dalam bentrokan senjata, saat menghadang pasukan penjajah Zionis di kawasan Qararah Timur menuju Khan Younis, Gaza Selatan.
Mereka yang gugur adalah: Komandan lapangan Khalid Muhammad Jumat Abu Bakrah (35) Muhammad Rashid Husain Daud (26) Muhammad Isham Umar Qashas (23) dan Rabi Barkah (23) serta satu orang korban luka dalam serangan Zionis ke kawasan Absan saat melakukan infiltrasi militer kemarin.
Para syuhada tersebut gugur dalam bentrokan senjata dengan pasukan Zionis di kawasan Timur Khan Younis, pasukan Zionis melakukan infiltrasi dan menembakkan tank dan serangan pesawat apache, serta serangan terhadap terowongan Al-Qassam yang baru terungkap beberapa waktu sebelumnya.
Brigade menyebutkan, para mujahid tersebut telah mengorbankan nyawa mereka menghadapi kejahatan penjajah Zionis, semoga Allah menerima mereka sebagai para syuhada. Darah mereka tidak akan hilang sia-sia, dan akan menjadi inspirasi bagi kami untuk melanjutkan perjuangan sampai Allah memberikan kemerdekaan bagi Palestina.
Menurut sumber di lapangan, ketiga orang mujahidin tersebut memasang perangkap dan menyerang pasukan Zionis menggunakan peledak, dan terjadi bentrokan langsung, sebelum kemudian pasukan Zionis memberondong mereka dan jenazah ketiganya baru dievakuasi pada pagi harinya.
Pasukan Zionis mengakui secara resmi bahwa 5 prajurit mereka terluka dalam bentrokan tersebut.
Radio Zionis menyatakan, pasukan Zionis hendak meledakkan terowongan yang baru terungkap dua pekan lalu, mereka diperkuat dengan sejumlah tank dan pesawat tempur, dan melakukan penyerangan di kawasan tersebut, terakhir pada pagi hari dengan sasaran ladang pertanian di kawasan Qararah.

Al-Qassam: Perang Sengit Menanti Zionis, Jika Tak Hentikan Kekerasan ke Al-Aqsha

Komandan Wilayah Gaza di Brigade Izzuddin Al-Qassam, Raed Sa’d memperingatkan penjajah Zionis akan adanya perang sengit menyakitkan jika mereka tidak menghentikan kekerasan dan permusuhannya atas Masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds.
Dalam pernyataan yang dibaca di akhir pameran militer Al-Qassam di Gaza, Kamis (14/11) Sa’d mengatakan, jika usaha penjajah Zionis melecehkan dan menistakan tempat suci Palestina  tidak dihentikan maka kami akan meletusnya pertempuran sengit dan mematikan yang tidak mungkin bisa ditahan oleh Zionis termasuk juga oleh para pembela Zionis.
“Hentikan permusuhan terhadap Al-Aqsha dan Al-Quds. Kami akan marah, bangsa Palestina  marah dan umat Islam juga marah jika kalian tidak menghentikan maka kalian akan menghadapi peperangan yang lebih besar dari apa yang kalian khayalkan.” Tegasnya.
Ia mengisyaratkan, peringatan pertempuran Hijarah Sijjil dilakukan saat melihat usaha Israel menghapus isu Palestina  melalui perundingan ringkih. Parade militer itu sangat menggentarkan, diikuti oleh semua faksi-faksi Palestina untuk persiapan perang ke depan.
Sa’d menegaskan, “Musuh kita, Israel, tidak paham kecuali bahasa jihad dan perlawanan. Israel tidak akan melupakan operasi jihad yang kalian gelar dalam aksi Intifada al-Aqsha. Bersiaplah kalian. Jangan tertipu oleh perundingan yang hanya memberikan kompromi-kompromi dari hak dan prinsip Palestina,”
Ia menambahkan, Israel memanfaatkan kesempatan saat ini untuk melakukan permusuhan dan kekerasan terhadap Al-Aqsha dan membaginya menjadi dua dari sisi waktu dan tempat. Pertempuran Hijarah Sijjil menjadi lembaran kemuliaan dan kemenangan bagi bangsa Palestina.
Selain itu, ia mengingatkan jasa komandan syahid Ahmad Jabri dan Muhammad Homs pengawalnya yang gugur di Jalur Gaza  dan menjadi pemicu awal pertempuran. Itu dianggap Al-Qassam sebagai rambu pertama dalam pertempuran itu. Sementara rambu kedua adalah “peluncuran roket M75”.
Tema Kemenangan
Roket M75 dianggap sebagai tema kemenangan dan batu dari neraka bagi Israel yang menggoncang istana penjajah dan benteng mereka di Tel Aviv dan di Jerusalem. Nama roket itu diambil dari pimpinan Hamas yang gugur Ibrahim Muqadimah untuk mengenang kebesarannya.
M75 murni produk Al-Qossam berkat pertolongan Allah dan mampu menembus kota Israel Tel Aviv, Jerusalem dan Yava.
Elit Al-Qassam menegaskan, kini brigade menjadi lebih kuat menghadapi penjajah Zionis.
Semakin Dekat dengan Pembebasan Al-Quds
Al-Qassam memberikan jaminan kepada bangsa Palestina  bahwa sayap militer itu baik-baik saja dan semakin lama semakin dekat dengan pembebasan Al-Quds. Al-Qassam terus berlatih dan memperbaiki diri, membangun dan menggali untuk bersiap menghadapi penjajah.
Al-Jakbari Simbol Pertukaran Tawanan
Dalam mengenang Al-Jabari, Sa’d menegaskan, syahidnya komandan Al-Qassam adalah symbol perjanjian “Wafa Ahrar”. Karena tawanan Palestina  mengalami pesakitan akibat kekerasan Israel. Karena itu, Al-Qassam berjanji akan membebaskan tawanan Palestina, terutama Mahmud Isa, Hasan Salamah, Abbas Sayyid, Abdullah Barghoti, Ahmad Sadat, Marwan Barghoti, Manshor Syuraim, Nasher Uwais, Tsabit Muradi dan seluruh tawanan Palestina dengan izin Allah.
Ia menegaskan kesabaran Al-Qassam tidak akan lama terhadap blockade Gaza yang kejam. Israel silahkan menunggu jika blockade masih dilanjutkan.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/15/42218/al-qassam-perang-sengit-menanti-zionis-jika-tak-hentikan-kekerasan-ke-al-aqsha/#ixzz2le4C3HxU

Abu Zuhri: Hamas Dan Jihad Islam Gagas Agenda Bersama

Jubir Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri menegaskan, ada agenda pertemuan dan aksi bersama antara gerakan Hamas dan Jihad Islam dalam beberapa hari mendatang dalam konteks pengembangan hubungan dua pihak.
Dalam keterangan persnya, Selasa (17/9) Abu Zuhri menyebutkan, apa yang dimaksudkan Dr. Mahmud Zehar, tokoh Hamas dalam pertemuan kemarin, adalah pembentukan pimpinan koordinasi tingkat tinggi antara dua gerakan untuk berkoordinasi dalam sejumlah persoalan bersama.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Hamas dan gerakan Jihad Islam telah membentuk pimpinan bersama untuk kerjasama di semua level politik, serikat profesi, kewanitaan dan pelajar di tengah-tengah perkembangan sekitar.
Hal tersebut disampaikan Zehar dalam pertemuan politik antara kedua pimpinan gerakan di utara Jalur Gaza pada Senin (16/9).
“Kami yakin bahwa Allah akan menolong kami apabila kami menyatukan barisan dan kekuatan kami. Kami sudah mengadakan dua pertemuan dengan Jihad Islam,” kata Zehar
”Kami bisa membentuk pimpinan bersama dan memiliki empat pimpinan dari masing-masing gerakan untuk mengatur pertemuan dan kerja,” katanya.
Pertemuan yang digelar kemarin dihadiri sekitar 200 kader dari dua gerakan di Gaza Utara. Abu Zuhri menyebutkan pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda, dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua pihak.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/18/39499/abu-zuhri-hamas-dan-jihad-islam-gagas-agenda-bersama/#ixzz2le3My4Xj

Al-Qassam: Respon Kami Sangat Keras Jika Al-Aqsha Dinistakan

Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas mengingatkan, respon yang akan mereka lakukan sangat keras jika Zionis menistakan Masjidil Aqsha, ditegaskan juga bahwa Al-Qassam dalam kesiapan yang prima untuk membebaskan Al-Aqsha.
Abu Hamzah, Jubir Brigade Al-Qassam dalam pidatonya di festifal “Labbaik Ya Aqsha” yang digelar Hamas, Jumat sore (4/10) kemarin di Gaza Utara menyatakan, “Kami dalam kesiapan penuh dan terus memperhatikan setiap peristiwa dari waktu ke waktu, dan respon kami akan mengguncangkan musuh, jika mereka menistakan Masjidil Aqsha.”
Brigade menambahkan, penjajah Zionis dan sekutunya harap mengetahui bahwa mata kami tidak tertidur, dan dengan keutamaan dari Allah, kami memiliki tekad yang kuat, dan kami mampu memerangi kalian dan membebaskan Al-Aqsha, di luar apa yang kalian prediksi.
Abu Hamzah menegaskan, Al-Quds dan Masjidil Aqsha serta segenap wilayah Palestina merupakan amanah di pundak mereka, bangsa Arab dan umat Islam. Penistaan tempat suci merupakan garis merah yang harus dibayar mahal.
Brigade menyerukan kepada bangsa Arab dan umat Islam serta segenap pihak yang peduli untuk segera keluar dari sikap diam mereka. Ditegaskannya bahwa senjata mereka hanya tertuju bagi penjajah dan agen-agen nya, serta tidak akan menyimpangkan kompas kepada selainnya.
Jubir Brigade Al-Qassam mengecam tudingan media yang menyebutnya melakukan intervensi internal Mesir, ditegaskannya bahwa Mesir dan stabilitas nya adalah juga keamanan bagi persoalan Palestina.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/05/40171/al-qassam-respon-kami-sangat-keras-jika-al-aqsha-dinistakan/#ixzz2le2Ktfut

Terowongan Perlawanan, Taktik Sukses Hadapi Penjajah Zionis

Pengumuman dari pihak Zionis tentang rincian terowongan yang disiapkan perlawanan di timur Khan Yunis dengan tujuan digunakan untuk menyandera serdadu Zionis atau untuk aksi-aksi perlawanan, menyingkap sisi taktik perlawanan sebagai bagian dari strategi mengadapi penjajah Zionis dan upaya untuk pembebasan para tawanan yang mendekam di penjara-penjara Zionis.
Pakar bidang informasi di Gaza, Iyad Fara, menegaskan terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah jenuh bekerja malam dan siang untuk menghadapi penjajah Zionis dan menyiapkan kerja untuk menghadapi setiap agresi ke Jalur Gaza terutama terhadap setiap kemungkinan operasi darat.
Fara mengatakan, “Pada kenyataannya, perlawanan Palestina hari ini membuktikan bahwa mereka adalah kuat dan berkembang maju, memiliki kemauan dan potensi sangat besar serta kerja dengan nafas panjang untuk persiapan konfrontasi dengan penjajah Zionis di dalam wilayah pendudukan dan dekat permukiman-permukiman Yahudi serta pos-pos militer, hal ini yang akan menyebabkan migrasi besar para pemukim pendatang Zionis dari wilayah selatan.”
800 Ton Semen Digunakan di Terowongan
Sesuai informasi yang diumumkan oleh komandan wilayah selatan pasukan penjajah Zionis, Jenderal Sami Turgeman, bahwa terowongan yang berhasil ditemukan hari Ahad (13/10), panjangnya mencapai 1,8 kilometer dan dalam pembangunannya menggunakan sekitar 25 ribu lempengan balok semen seberat 800 ton.
Turgeman mengatakan sejumlah prediksi menyebutkan bahwa gerakan Hamas sudah mulai membangun terowongan ini pada tahun 2011 dan pekerjaan selesai sekitar dua bulan lalu. Militer Zionis menemukan keberadaannya pada hari Senin pekan lalu.
Terowongan ini membentang dari daerah dekat Khan Yunis di Jalur Gaza sepanjang 1,5 kilometer di dalam wilayah Palestina. Dimulai dari sebuah rumah di kawasan tersebut. Sementara itu 300 meter terowongan berada di dalam wilayah Palestina terjajah tahun 1948.
Penggalian terowongan ini di daerah Gaza sedalam 22 meter dan di dalam wilayah Palestina terjajah 1948 sedalam 18 meter, meliputi jalur listrik, telepon dan dua lubang di bagian yang ada di wilayah pendudukan.
Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, tidak mau memberikan informasi terkait terowongan ini. Kecuali kicauan singkat jurubicara brigade yang menegaskan bahwa kehendak yang terukir di akal dan hati para pejuang perlawanan jauh lebih penting dari terowongan-terowongan yang digali di dalam tanah. Dia menambahkan, “Yang pertama mencetak ribuan yang kedua.” Ini berarti sebuah penegasan bahwa kerja ini dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus.
Kinerja Berkualitas
Kebijakan Brigade al Qassam untuk terowongan sebagai bagian dari taktik perlawanan bukanlah hal baru. Al Qassam telah berinovasi dalam bidang ini selama bertahun-tahun lamanya, yang dilaksanakan melalui sejumlah aksi-aksi spektakuler dan berkualitas. Di antaranya adalah serangan pos militer Mahfudza sebelum penarikan militer Zionis dari Jalur Gaza dan aksi yang paling menonjol adalah penyanderaan serdadu Zionis Gilad Shalit yang berakhir dengan pembebasan lebih dari 1000 tawanan Palestina dari penjara Zionis.
Fara mengatakan, hal penting yang bisa disimpulkan hari ini dari ditemukannya terowongan baru ini adalah bahwa perlawanan Palestina sedang menyiapkan operasi besar dan meluas untuk penyanderaan serdadu Zionis dan pemukim Yahudi, dan juga bahwa konfrontasi yang akan datang bisa jadi hanya menggunakan roket saja, bahkan mungkin hanya konfrontasi darat pada basis pergerakan di tanah musuh dan di belakang barisan militer Zionis di perbatasan Gaza.
Pemimpin Redaksi Koran “Filistine”, Dr. Hasan Abu Hasyisy, menegaskan bahwa terowongan-terowongan itu telah menimbulkan bencana yang berdampak bagi penjajah Zionis. Itu menjadi sebab terpenting yang mempercepat penjajah Zionis keluar dari Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah meletakkan senjata dan tidak pernah berhenti dengan adanya gencatan, namun terus bekerja memanfaatkan gencatan dalam menyiapkan, mengembangkan dan melakukan latihan dengan menanggung segala gangguan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena itu orang-orang yang tidak tahu mempertanyakan: di mana perlawanan, apakah mereka sudah meninggalkan senjata dan duduk-duduk di kantor ber-AC dan mengendarai mobil baru??!
Padahal mereka tidak pernah berhenti mengintai musuh!

Hayyah: Perlawanan Siap Hadapi Setiap Serangan Zionis

Anggota biro politik Hamas, Khalil Hayyah menganggap operasi militer yang dilakukan Brigade Al-Qassam di Timur Khan Younis, sebagai penegasan kembali visi gerakannya dan perlawanan untuk membebaskan Al-Quds dan Al-Aqsha, dan senjata mereka hanya ditujukan ke dada penjajah Zionis.
4 mujahid Al-Qassam, gugur pagi hari tadi setelah bentrokan senjata dengan pasukan zionis di Timur Khan Younis, dan 5 serdadu Zionis mengalami luka-luka serius.
Dalam Khutbah Jumat nya DI Masjid Sayyid Hashim di kota Gaza Pusat, Hayyah menyatakan, pasukan Zionis berupaya menembus pagar pemisah di Timur Khan Younis, namun mata para mujahid terus mengawasi dan memantau mereka.
Ditegaskannya, para pejuang kami melakukan beragam strategi penyergapan, seandainya tidak ada intervensi pesawat apache, tentu kami mampu menculik Shalit baru.
Hayyah menyebutkan, para pejuang Al-Qassam tidak pernah lalai dan terus menghadang dan melawan penjajah Zionis. Hayyah menyatakan, perlawanan Palestina di Gaza siap menghadapi setiap serangan Israel ke Gaza, ditegaskannya bahwa hak dan kewajiban perlawanan adalah melindungi rakyat Palestina.
Hayyah menjelaskan, Hamas terus konsisten melakukan perlawanan, meski menjadi sasaran konspirasi beragam pihak. Hamas menyerukan untuk melakukan perlawanan dan mendukung mereka dalam merealisir tuntutan rakyat Palestina.
Anggota biro politik Hamas ini menegaskan, gerakannya akan terus menghadapi penjajah Zionis dengan segala kekuatan yang dimilikinya, meski di tengah blokade. Dan menuntut negara-negara Arab dan Islam untuk memberikan dukungan bagi perlawanan di Palestina, agar kami mampu melawan penjajah dan mengambil kembali tanah air dan hak-hak kami yang dirampas Zionis, ungkap Hayyah.
Ditegaskannya bahwa Hamas tidak akan menerima tawaran apapun selain mengembalikan negeri dan hak-hak rakyat. Tidak ada tawar-menawar atas hak kembali para pengungsi Palestina.  Hayyah menyebutkan, hak rakyat Palestina mencabut blokade, pihak perlawanan tidak terima blokade berlanjut, karenanya hak setiap warga Palestina untuk mencabut blokade.
Tokoh Hamas ini mengecam keras langkah yang diambil otoritas Ramallah melakukan perundingan dengan penjajah Zionis, meski pihak Zionis terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina. Hayyah menuntut para perunding Palestina untuk menjauhi gerbang kegagalan dan kembali menyatu dengan rakyat Palestina.

Al Qassam Tegaskan Siap Hadapi Setiap Agresi Zionis

Brigade al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menegaskan kesiapannya untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza. Hal ini disampaikan al Qassam dalam pawai besar brigade yang dilakukan di Jalur Gaza, Sabtu (14/9).
Juru bicara Brigade al Qassam mengatakan bahwa senjata perlawanan Palestina akan tetap siap untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap rakyat Palestina dan tidak akan melenceng kompas nya. Dia menegaskan bahwa semua konspirasi terhadap Jalur Gaza akan menemui kegagalan, insya Allah.
Juru bicara al Qassam menegaskan pawai ini merupakan langkah lapangan sebagai miniatur apa yang terjadi di perang. Dia menegaskan pawai ini dilakukan dalam rangka persiapan dan kesiapan untuk menghadapi pertempuran besar di saat pelanggaran-pelanggaran Zionis terhadap rakyat Palestina terus berlanjut.
Al Qassam menegaskan pentingnya penyatuan senjata untuk diarahkan kepada penjajah dan membalas setiap pelanggaran yang terus dilakukan terhadap masjid al Aqsha. Juru bicara al Qassam menegaskan bahwa perlawanan terus mengintai Zionis dan semua orang yang berusaha merusak keamanan di Gaza.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/16/39317/al-qassam-tegaskan-siap-hadapi-setiap-agresi-zionis/#ixzz2ldw6H0uv

Hamas Ajak Tingkatkan Perlawanan di Tepi Barat

Elit gerakan perlawanan Hamas di Tepi Barat Husam Badran mengatakan, alasan meletusnya perlawanan di Tepi Barat sudah memungkinkan dan faktor-faktor nya setiap hari terus bertambah.
“Kini sudah saatnya ada gerakan massa yang melibatkan seluruh faksi-faksi Palestina dalam melawan rencana yahudisasi Zionis dan ekspansi pembangunan pemukiman.” Tegas Badran. Ia menegaskan dalam pernyataan khususnya kepada Quds Press kemarin akan pentingnya pertemuan gerakan massa bersama seluruh faksi Palestina saat ini.
Dia menegaskan hal itu menjadi darurat dan kewajiban nasional dan agama. Menanggapi seruan Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misyal agar meningkatkan perlawanan militer terhadap Israel dan membela Masjid Al-Aqsha dan menggelar pertemuan nasional Palestina untuk membuat strategi membela Al-Quds. Gerakan yang tidak terlibat akan bertanggung jawab di depan sejarah dan di depan Allah serta bangsa dan rakyatnya.
Tentang peran otoritas Palestina di Tepi Barat, Badran menegaskan jika melihat strategi politiknya saat ini, ia tidak yakin mereka akan terlibat dalam aksi massa tersebut. Justru Otoritas Palestina akan menghadapinya karena dianggap sebagai bahaya atas strategi politiknya, meskipun Fatah sebagai organisasi sipil memiliki peran dalam menghadapi langsung penjajah di Tepi Barat.

Hamas: “Pesawat Hebron” Bukti Baru Bahaya Kerjasama Keamanan

Gerakan perlawanan Islam “Hamas” menyatakan, penjajah zionis mengungkap penangkapan yang dilakukan aparat keamanan otoritas terhadap sayap pejuang Hamas, yang merencanakan peluncuran bom pesawat menuju kawasan penjajah zionis, merupakan bukti baru betapa berbahayanya kerjasama keamanan dengan penjajah zionis.
Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri dalam keterangannya, Jumat (25/10) menyebutkan, hal ini membuktikan peran kerjasama keamanan dalam upaya menggagalkan upaya perlawanan dan melindungi keamanan penjajah zionis.
Abu Zuhri atas nama Hamas menegaskan, tindakan ini tidak akan sukses menghalangi perlawanan melakukan perannya melindungi rakyat dan tempat suci.
Situs berita zionis “Wala” menyatakan, pasukan keamanan Palestina baru-baru ini menemukan sayap pejuang Brigade Al-Qassam yang merencakanan pengiriman pesawat kecil tanpa awak dari kawasan Hebron supaya meledak di kawasan internal zionis.
Mengutip sumber keamanan di otoritas Palestina di Ramallah, situs mengungkap bahwa aparat keamanan otoritas berhasil menangkap sejumlah aktifis Hamas di universitas Hebron yang terlibat dalam rencana ini.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/26/41153/hamas-pesawat-hebron-bukti-baru-bahaya-kerjasama-keamanan/#ixzz2lduUmUg7

Pengamat Zionis: Sebentar Lagi Personel Hamas Berada di Jantung Israel

Pengamat politik Zionis di saluran televisi chenel 2 Israel, Roni Danial memastikan sebentar lagi Zionis akan menemukan personel Hamas di jantung kota Israel, di tengah terhentinya penelusuran terowongan di perbatasan Gaza.
Dalam pernyataannya di acara “pengamatan” di chenel 2 Israel menyebutkan, apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dengan terluka nya enam serdadu Zionis di perbatasan Gaza tidak ada jalan keluar, mengingat alam terowongan dan interaksi terhadap terowongan ini serta bagaimana menghadapinya dengan lebih serius lagi.
Ia mengisyaratkan, tak mungkin bagi tentara Zionis menghindari operasi dari penentangnya di Gaza walaupun mungkin mereka tahu dimana akan terjadi peledakan, karena sifat dari terowongan ini sangat sulit ditembus dan berada di bawah perut bumi.
Di tengah tindakan militer Zionis yang dapat meledakkan kepala terowongan tapi tak sampai seluruhnya. Maka tentu terowongan itu akan kembali digunakan baik oleh aliran kanan maupun kiri atau pihak manapun. Hamas mempunyai sejumlah terowongan dengan tembusan dimana-mana. Ia menyerukan terowongan tersebut dihancurkan, mulai dari wilayah Zionis hingga Gaza.
Danial menambahkan, ranjau dan bom yang menimpa serdadu Zionis harus menjadi pelajaran penting untuk menyikapi terowongan setelahnya. Dalam hal ini, ia meminta militer Zionis segera melakukan intervensi ke internal Gaza dan mengancam Hamas secara nyata bagi setiap aktivitas. Tanpa tindakan tersebut, akan memudahkan bagi personel Hamas untuk menyearang Israel di masa yang akan datang.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41659/pengamat-zionis-sebentar-lagi-personel-hamas-berada-di-jantung-israel/#ixzz2ldtnNkbe

Hamas Desak Otoritas Palestina Hentikan “Bencana” Negosiasi dengan Israel

Hamas mendesak Otoritas Palestina di Ramallah untuk segera menghentikan “bencana” perundingan dengan Israel.
Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/10/2013) bahwa keputusan Israel untuk membangun 1.500 unit rumah baru di Yerusalem adalah hasil negosiasi dengan Otoritas Palestina.
Sami menyebut bahwa negosiasi itu adalah penutup untuk “praktik dan kejahatan” Israel.
Abu Zuhri mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membangun unit-unit perumahan baru sebagai kompensasi dilepaskannya para tahanan Palestina adalah bentuk pemerasan.
Dia mengatakan bahwa Hamas menyambut baik pembebasan tahanan Palestina dari setiap penjara-penjara Israel tetapi menegaskan tidak boleh ada harga politik yang harus dibayar.

Minggu, 24 November 2013

Kemampuan Intelijen Hamas Membuat Zionis Makin Cemas

Surat kabar Zionis “Jerusalem Post” hari Sabtu (23/11) melansir investigasi seputar membesarnya kemampuan intelijen gerakan Hamas dan konflik intelijen yang terjadi antara entitas Zionis dan Hamas.
Komandan Devisi Gaza di militer Zionis, Kolonel Hamos Hacohen, mengatakan bahwa para pejuang Hamas tidak duduk-duduk berpangku tangan. Namun mereka membangun sistem penghimpun informasi intelijen mencakup pemasangan kamera dan yang sebagiannya dipasang di tiang-tiang setinggi 45 meter. Mereka siap melakukan aksi militer terhadap Zionis dan mereka memiliki sistem penghimpun informasi secara sistematis dan permanen. “Karena itu kita tidak boleh mengabaikannya dan kita harus membangun bank target,” tegasnya.
Sementara itu komandan batalyon penghimpun informasi intelijen Letnan Kolonel Tomer menyatakan bahwa Hamas terus bersiap sepanjang waktu. Pasukan Hamas merekam semua aktivitas yang dilakukan Hamas untuk menghimpun informasi tentang lokasi-lokasi Zionis yang dengan sendirinya membuktikan efektifitasnya dalam setiap konflik yang akan datang.
Komandan senior di militer Zionis ini menyatakan bahwa Hamas telah memutuskan menghimpun informasi intelijen di jantung ‘Israel’ dan bukan di jalur perbatasan saja. Untuk itu Hamas membangun jalur tiang-tiang dan balon-balon gas di pasang kamera.
Dia menambahkan, “Balon-balon pemantau ini menjadi potensi yang mencemaskan dan membuktikan niat Hamas yang tidak terbatas pada memperkuat pasukannya di bidang roket dan pembangunan terowongan menuju ‘tanah Israel’. Namun Hamas juga menghimpun informasi intelijen seputar apa yang terjadi di dalam ‘Israel’ serta gerakan militer dan warga sipil.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/25/42654/kemampuan-intelijen-hamas-membuat-zionis-makin-cemas/#ixzz2ldrRXdCd

Kamis, 21 November 2013

Bocah Palestina Kunjungi Ayahnya di Penjara Untuk Yang Pertama dan Terakhir

Organisasi tawanan dan mantan tawanan Waid mengecam pelanggaran yang terus berlanjut dari tentara Zionis terhadap hak-hak tawanan di dalam penjara termasuk keluarganya yang akan berkunjung. Banyak keluarga tawanan yang tidak bisa bertahan menanggung derita akibat kebijakan tentara terkait kunjungan pihak keluarga ke penjara Zionis.
Dalam keterangannya yang dilansir PIP, Rabu (20/11) Waid mengatakan, tentara Zionis masih melarang anak-anak di bawah 10 tahun untuk mengunjungi bapaknya di dalam penjara, dengan berbagai alasan yang mengada-ada terkadang bertentangan dengan UU internasional dan kemanusiaan.
Waid mengungkapkan, bocah Husen Romi Hijazi akhirnya dapat mengunjungi ayahnya di penjara Raimon untuk pertama kalinya sejak ia dilahirkan dari balik jeruji besi dan penghalang kaca. Ia berbicara dengan ayahnya melalui pesawat telepon. Sebelumnya, bocah ini kelihatan gugup saat pertemuan itu, namun ada neneknya disampingnya yang berupaya mengurangi rasa gugup tersebut.
Akan tetapi betapa terkejutnya Husen Hijazi ternyata bahwa kunjungan kali itu merupakan yang pertama dan terakhir dalam hidupnya untuk bisa melihat dan berbicara dengan ayahnya. Karena ayahnya telah tiada untuk selama-lamanya beberapa hari setelah anaknya memasuki usia yang ke 11 yang seharusnya besok adalah tanggal kunjungannya kembali.
Dengan ini Waid mengungkapkan kekecewaanya terhadap sikap lembaga-lembaga kemanusiaan baik lokal maupun internasional yang tidak menyentuh masalah-masalah ini. Harusnya ada perhatian khusus dari lembaga-lembaga tersebut untuk mengungkap kejahatan Zionis dalam bidang kemanusiaan, ungkapnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42488/bocah-palestina-kunjungi-ayahnya-di-penjara-untuk-yang-pertama-dan-terakhir/#ixzz2lI0A3BSa

Rabu, 20 November 2013

Alhamdulillah, Akhirnya Palestina Punya Hak Suara di PBB

Untuk yang pertama kalinya, Palestina memberikan suaranya di Gedung Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (18/11).
Pemberian suara itu terjadi di Majelis Umum PBB dalam pemilihan hakim Mahkamah Internasional untuk mengadili kasus-kasus yang terjadi di negara-negara bekas Yugoslavia.
Berbagai negara dunia bergembira saat Riyad Mansour, Duta Besar Palestina di PBB memberikan suaranya untuk pertama kali dalam sejarah. Selama ini negara ini duduk sebagai negara pengamat.
“Keputusan yang diambil Majelis Umum hari ini untuk membolehkan Palestina bergabung dalam pemilihan tersebut merupakan penerimaan Palestina sebagai anggota penuh, sesuatu yang diharapkan bangsa Palestina selama ini,” kata Mansour.
Dalam pemilihan tersebut, sebagaimana dilaporkan Ma’an News, seorang hakim dari Togo terpilih dengan suara terbanyak.

Pesawat Zionis Lancarkan Serangkaian Serangan ke Jalur Gaza

Selasa (19/11) malam, pesawat-pesawat penjajah Zionis melancarkan serangkaian serangan udara ke Khan Yunis di wilayah selatan Jalur Gaza dan daerah Beit Hanun di utara Jalur Gaza.
Sumber-sumber Palestina mengatakan, pesawat tempur Zionis jenis F16 menggempur ladang pertanian di daerah Manarah di selatan Khan Yunis dengan dua rudal. Serangan ini mengakibatkan kerusakan di lokasi serangan namun tidak ada laporan korban jiwa.
Sumber ini menambahkan, pesawat tempur Zionis menggempur daerah Amaliyah di timur Qarawa, di samping target yang tidak ditentukan di daerah Bani Sahila. Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan ini. Pesawat tempur Zionis juga terus terbang intensif di langit wilayah selatan Jalur Gaza.
Di wilayah utara Jalur Gaza, Beit Hanun, pesawat tempur Zionis juga melancarkan dua serangan udara mengenai pos perlawanan Brigade Martir al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam di Palestina dan kota wisata Bisan. Serangan juga dilancarkan di daerah Jamarik. Namun tidak ada laporan korban jiwa dari serangkaian serangan tersebut.
Pihak pemerintah Palestina di Jalur Gaza telah mengosongkan semua pos keamanannya. Demikian juga faksi-faksi perlawanan Palestina juga telah mengosongkan pos-pos perlawanan mereka. Itu dilakukan setelah pesawat tempur Zionis terus terbang insentif di atas langit Jalur Gaza.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42449/pesawat-zionis-lancarkan-serangkaian-serangan-ke-jalur-gaza/#ixzz2lCbI168l

Kekhawatiran Internasional, Gaza Tak Layak Untuk Hidup

Pejabat Internasional mengkhawatirkan Gaza berubah menjadi kawasan yang tak layak untuk hidup, disebabkan blokade yang makin ketat. Hal ini berdampak pada pertikaian sipil di Gaza, dan stabilitas di kawasan regional, termasuk pada para pemukim Zionis yang tinggal di perbatasan Gaza, jika tidak segera dicarikan solusinya.
Pilippo Grandy, Wakil Badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina “UNRWA” yang berakhir masa jabatannya menyebutkan, 19 dari 20 proyek kemanusiaan UNRWA di Gaza telah berhenti beroperasi.
Di hadapan pengawas dan para donatur baik individu maupun pemerintah bagi pengungsi Palestina, dalam pertemuannya di ibukota Yordania, Amman, Grandy menyatakan, UNRWA sejak bulan Maret lalu tidak mendapatkan izin dari pemerintahan Israel untuk menjalankan proyek pembangunan di Gaza, dan sejak bulan lalu tidak mampu mengimpor bahan bangunan.
Ditambahkannya, usai penutupan sejumlah terowongan di perbatasan Gaza dan Mesir, dan tidak didapatnya izin dari Israel untuk memasukkan barang ekspor, harga makin tinggi disebabkan langkanya barang, di samping kelangkaan bahan bakar yang memicu berhentinya pembangkit listrik satu-satunya di Gaza.
Grandy mendesak masyarakat internasional untuk tidak melupakan Gaza, dan memberikan bantuan kemanusiaan ke sana.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42451/kekhawatiran-internasional-gaza-tak-layak-untuk-hidup/#ixzz2lCaasn6c

Senin, 18 November 2013

Netanyahu Desak Palestina Akui Negara Yahudi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Ahad (17/11) menyeru Palestina agar membuat konsesi dalam pembicaraan perdamaian dengan Israel. Dia mengatakan perundingan “tidak beku”.
“Pembicaraan tidak beku. Kami berbicara,” kata pemimpin hawkish Israel itu dalam satu wawancara dalam acara CNN, State of the Union, yang ditayangkan pada Ahad.
Sebelumnya beredar laporan bahwa pembicaraan telah ditangguhkan sejak tim perunding Palestina mundur pada 5 November dalam protes terhadap berlanjutnya pembangunan rumah di permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki.
Pemimpin perunding Palestina, Saeb Erekat, Sabtu (16/11) mengatakan Palestina tidak mundur dari perundingan yang dimulai kembali pada penghujung Juli setelah dorongan kuat dari Pemerintah Presiden AS Barack Obama.
“Namun, saya kira saya ingin melihat gerakan di pihak Palestina,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
“Setiap orang berbicara mengenai konsesi Israel. Sudah waktunya untuk berbicara juga mengenai konsesi Palestina, seperti mengakui negara Yahudi,” kata Netanyahu.
“Kalian mau kami mengakui Negara Palestina buat rakyat Palestina,” ia menjelaskan. “Bagaimana dengan mengakui negara Yahudi buat rakyat Yahudi?”
Washington dan kedua pihak berusaha mencapai kesepakatan status-akhir paling lambat pada April tahun depan. Erekat mengatakan Palestina tetap terikat komitmen pada kerangka waktu tersebut.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/18/42325/netanyahu-desak-palestina-akui-negara-yahudi/#ixzz2l04Ry5LV

Kamis, 14 November 2013

Setelah “M75” Apa Yang Disembunyikan Brigade Al-Qassam?

Barigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menganggap rudal Fajr 5 dan M75 buatan lokal yang terus diperbarui merupakan hal biasa jika digunakan dalam pertempuran mendatang.
Warga di Gaza berbangga membicarakan kejutan mendatang, mereka memprediksi Al-Qassam memiliki taktik dan senjata yang disembunyikan, yang bisa menghentikan musuh, mengakhiri agresinya, atau mempertimbangkan kembali sebelum melakukan agresi ke Gaza.
Kejutan Pukulan Terhadap Tel Aviv
Warga Gaza dan juga dunia belum pernah berfikir sebelumnya, bahwa hanya dalam setahun mampu memukul Tel Aviv, ibukota entitas penjajah Zionis, yang ditakuti dunia, dan ternyata Gaza mampu membuat perimbangan kekuatan, yang membuat Zionis khawatir secara keseluruhannya.
Rudal jarak jauh jenis M75 merupakan kejutan Al-Qassam terhadap penjajah Zionis dan sekutunya, dan sebelumnya menggoncangkan Zionis yang gagal menghentikan kemampuan Al-Qassam, yang mampu membuat dan menyembunyikan rudal ini.
Meski telah berlalu satu tahun, namun entitas Zionis masih terguncang, setelah Al-Qassam mampu merespon pembunuhan yang dilakukan Zionis terhadap pemimpin mereka, Ahmad Al-Ja’bari, dengan menyerang kota Tel Aviv, hanya 8 jam setelah pembunuhan berlangsung.
Serangan terhadap Tel Aviv ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun yang dilakukan dengan tangan Palestina sendiri.
Dalam rilis militernya, Brigade Al-Qassam menyatakan, pejuangnya dengan pertolongan Allah, Rabu (14/11/12) tepat jam 23:57 mampu menyerang kota Tel Aviv dengan rudal buatan lokal.
Seorang wartawan Amerika, Aron Clain, yang berada di Tel Aviv saat jatuhnya rudal M75 milik Al-Qassam, menyebutkan, pemerintah Zionis memintanya untuk tidak menyebarkan informasi ini, karena rudal tersebut jatuh di sasaran yang penting.
Menurut pengamat Zionis, Amer Aron, dalam harian Haretz, serangan terhadap sasaran penting di kota Tel Aviv dan Al-Quds, menjadi catatan kesuksesan gerakan Hamas dan sayap militernya.
Menurutnya, serangan terhadap Tel Aviv tidak bisa dipandang enteng, karena sejak tahun 1948, tidak ada satu pun negara Arab, selain Irak tahun 1991, yang mampu melakukan serangan seperti yang dilakukan Hamas.
Dengan keberhasilan ini, Organisasi Palestina terutama Hamas telah memecahkan rekor yang dicapai Hizbullah dalam perang Libanon tahun 2006, pungkasnya.