Barigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menganggap
rudal Fajr 5 dan M75 buatan lokal yang terus diperbarui merupakan hal
biasa jika digunakan dalam pertempuran mendatang.
Warga di Gaza berbangga membicarakan kejutan mendatang, mereka
memprediksi Al-Qassam memiliki taktik dan senjata yang disembunyikan,
yang bisa menghentikan musuh, mengakhiri agresinya, atau
mempertimbangkan kembali sebelum melakukan agresi ke Gaza.
Kejutan Pukulan Terhadap Tel Aviv
Warga Gaza dan juga dunia belum pernah berfikir sebelumnya, bahwa
hanya dalam setahun mampu memukul Tel Aviv, ibukota entitas penjajah
Zionis, yang ditakuti dunia, dan ternyata Gaza mampu membuat perimbangan
kekuatan, yang membuat Zionis khawatir secara keseluruhannya.
Rudal jarak jauh jenis M75 merupakan kejutan Al-Qassam terhadap
penjajah Zionis dan sekutunya, dan sebelumnya menggoncangkan Zionis yang
gagal menghentikan kemampuan Al-Qassam, yang mampu membuat dan
menyembunyikan rudal ini.
Meski telah berlalu satu tahun, namun entitas Zionis masih
terguncang, setelah Al-Qassam mampu merespon pembunuhan yang dilakukan
Zionis terhadap pemimpin mereka, Ahmad Al-Ja’bari, dengan menyerang kota
Tel Aviv, hanya 8 jam setelah pembunuhan berlangsung.
Serangan terhadap Tel Aviv ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun yang dilakukan dengan tangan Palestina sendiri.
Dalam rilis militernya, Brigade Al-Qassam menyatakan, pejuangnya
dengan pertolongan Allah, Rabu (14/11/12) tepat jam 23:57 mampu
menyerang kota Tel Aviv dengan rudal buatan lokal.
Seorang wartawan Amerika, Aron Clain, yang berada di Tel Aviv saat
jatuhnya rudal M75 milik Al-Qassam, menyebutkan, pemerintah Zionis
memintanya untuk tidak menyebarkan informasi ini, karena rudal tersebut
jatuh di sasaran yang penting.
Menurut pengamat Zionis, Amer Aron, dalam harian Haretz, serangan
terhadap sasaran penting di kota Tel Aviv dan Al-Quds, menjadi catatan
kesuksesan gerakan Hamas dan sayap militernya.
Menurutnya, serangan terhadap Tel Aviv tidak bisa dipandang enteng,
karena sejak tahun 1948, tidak ada satu pun negara Arab, selain Irak
tahun 1991, yang mampu melakukan serangan seperti yang dilakukan Hamas.
Dengan keberhasilan ini, Organisasi Palestina terutama Hamas telah
memecahkan rekor yang dicapai Hizbullah dalam perang Libanon tahun 2006,
pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar