Hamas mendesak Otoritas Palestina di Ramallah untuk segera menghentikan “bencana” perundingan dengan Israel.
Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan
pada hari Rabu (30/10/2013) bahwa keputusan Israel untuk membangun
1.500 unit rumah baru di Yerusalem adalah hasil negosiasi dengan
Otoritas Palestina.
Sami menyebut bahwa negosiasi itu adalah penutup untuk “praktik dan kejahatan” Israel.
Abu Zuhri mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu untuk membangun unit-unit perumahan baru sebagai kompensasi
dilepaskannya para tahanan Palestina adalah bentuk pemerasan.
Dia mengatakan bahwa Hamas menyambut baik pembebasan tahanan
Palestina dari setiap penjara-penjara Israel tetapi menegaskan tidak
boleh ada harga politik yang harus dibayar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar