Selasa, 20 Agustus 2013

ADK dan AD Palestina

Palestina adalah negeri para syuhada, negerinya para Nabi. Kiblat pertama Umat Muslim tempat isro’ mi’rajnya Rasulullah SAW. Negeri yang diberkahi sekelilingnya, tanahnya subur dan menjadi tempat bersejarah umat Muslim. Tempat yang disucikan oleh Allah, menjadikan berlipat pahala jika shalat di Masjid Al-Aqshanya.
Negeri itu sekarang sedang dilanda gundah oleh orang-orang yang tidak beradab, sedang terancam oleh orang-orang yang moyangnya dikutuk menjadi kere hina, sedang menderita oleh orang-orang yang pengecut dan ‘banci’, sedang menangis oleh orang-orang yang sombong, sedang merintih kesakitan karena orang-orang yang tak bertanggungjawab. Namun ketahuilah bahwasanya itu adalah tanta-tanda dari akhir zaman, tanda kehancuran bagi kaum Zionis yang dilaknat Allah SWT.
Sabtu, 8 juni pukul 09.00 di Masjid Kampus diadakanlah sebuah kajian menyambut Isra’ Mi’raj yang mendatangkan salah seorang Pejuang Hamas Palestina. Membuat semakin jelas dan nyata apa yang pernah kit abaca, lihat, dan kita dengarkan selama ini. Wajah pejuang Hamas yang kekar namun memancarkan cahaya kehidupan menceritakan tentang Negri yang terjajah, yaitu Negri kaum Muslimin Palestina.
Dimulai dengan Rencana pembangunan Yahudi di pemukiman Gaza dan tepi Barat. “Bangsa Yahudi sedang mengadakan sebuah proyek besar untuk membuat Israel Raya dengan mencaplok sedikit-demi sedikit tanah palestina,” kemudian dilanjutkan dengan betapa sulitnya Rakya palestina membangun rumah di atas tanahnya sendiri. “kalau kami ingin membangun rumah di atas tanah kami sendiri maka kami harus membuat izin pembangunan yang prosesnya sangat lam, bisa sampai 4 tahun. Kalupun diizinkan misalnya maka kami harus membayar dengan sangat mahal untuk perizinan itu.”
Sungguh Gila peraturan itu, namun belum ada apa-apanya jika kita mendengarkan penuturan saudara kita yang pernah dipenjara pada usia 16 tahun ini, beliau melanjutkan “kesulitan-kesulitan yang lainnya adalah saat kami harus menggunakan jasa-jasa dari pemerintah, seperti jasa air, telpon, listrik dan yang lainnya. Kami harus membayar per bulannya $ 500 AS (setara dengan Rp.5.000.000) dan itu wajib kami bayar meskipun misalnya rumah kami tinggalkan selama sebulan lebih sehingga tidak menggunakan sama sekali jasa tersebut, mereka akan mengatakan ‘kalian telah membuat kami rugi dengan tidak memanfaatkan jasa kami, maka kalian akan tetap menbayarnya sebagai denda’. Belum lagi jatah air yang kami gunakan hanyalah 30 literan saja per harinya sementara kebutuhan akan air sangatlah kami butuhkan, maka jika kami menggunakan lebih dari batas yang telah ditentukan maka kami akan didenda dan membayarnya lagi atas kelebihan yang kami gunakan.
Benar-benar ide gila yang jika didengarkan oleh siapa saja akan meresa geram dan pasti akan membela warga palestina yang sekarang sudah membuktikan wujudnya ke permukaan dari berbagai kalangan non-muslim. Kemudian Pejuang Hamas melanjutkan “ada kisah seorang Ibu bernama Umu Qamil. Ibu yang hidup bersama suaminya dengan damai, namunharus tabah menghadapi petugas Israel yang mengatakan bahwa setengah dari tanahnya itu adalah hak dari bangsa yahudi dan akhirnya ahrus berdampingan dengan orang yang palng bejat dari orang Yahudi. Selama hidup bertetangga orang yahudi ini selalu membuat gara-gara untuk memicu pertikaian agar Ummu Qamil dan keluarganya tidak betah di sana. Ii dilakukan agar ummu Qamil mau meninggalkan rumahnya karena tidak betah lagi. Pernah tetangganya dari Yahudi ini melempari dengan kotoran BABnya di depan halaman, membuat gaduh, dan aktivitas yang sangat tidak wajar. Namun selama itu Ummu Qamil dan keluarganya tidak berniat sama sekali untuk meninggalkan tanah tempat rumahnya itu berdiri karena kecintaannya terhadap Tanah airnya. Ternyata kesabaran Ummu Qamil membuat jengkel petugas yang harus mendatangkan kementrian pertamanan Israel untuk membujuk Ummu Qamil agar mau menandatangani surat penjualan rumah dengan harga berapapun dengan alas an bahwa daerah itu akan dijadikan sebagai temapt wisata. Namun Ummu Qamil dan keluarga tetap menolak membuat tenda di depan rumahnya yang disita. Dan ketahuilah inilah yang mendatangkan perhatian dunia dari kalangan aktivis HAM yang membela perjuangan Ummu Qamil dan ikut membuat tenda di depan tendanya.”
Setelah itu Sang pejuang yang ingin berbagi itu menuturkan “Propaganda media sangatlah gencar dilakukan oleh Bangsa yahudi terhadap kami, mereka mengburkan yang benar menjadi salah dan yang salah seolah-olah benar, membuat kesan bahwa masjid Al-Aqsha tidak suci lagi dengan menjadikannya ttmpat wisata. Ada lagi selain propaganda dan ketidak adilan mereka kepada kami. Mereka membuat peraturan yang sangat menguntungkan mereka dan merugikan bagi kami. Ketika mereka melakukan pelanggaran di daerah Palestina maka mereka akan dipenjarakan tidak lebih dari sehari, sementara jika kami yang melakukan pelanggaran maka bertahun-tahun kami di kurungan penjara. Ada juga ponisponis yang sangat tidak wajar. Ada hukuman penjara yang sampai 1000 tahun bahkan 10.000 tahun. Maka jika tahanan meninggal dunia jasadnya tidak boleh dibawa oleh keluarganya sampai batas waktu penjara habis.”
Dan setelah itu beliau melanjutkan ke semangat kaum muda para Pejuang Palestina. Dimuali dari semangat pemudanya menuntut ilmu “Ada kisah seorang akhwat yang bersemangat menuntut ilmu, namun temapt kuliahnya harus melewati tembok setinggi 9 km dan 20 km ke bawah serta 5 meter ketebalannya. Jika harus melewati gerbang maka akhwat kami ini harus melewati beberapa pemeriksaan dan itu sangat mustahil bisa lolos. Dan terpaksalah dia harus memutari jarak yang jauh dan memutas agar bisa ke tempat sekolahnya dan itu dilakukannya setiap hari. Ternyata aktivitasnya itu diketuhi oleh penjaga Israel dan memantau pergerakannya selama ini. Ternyata seteah beberapa kali melihat akhwat kami itu, penjaga itu sengaja melepaskan tempakan yang mengenai kakinya dan membuatnya pingsan dan harus dibawa ke rumahsakit oleh mobil ambulance kami. Dan saya melihat aktivitas di kampus ini membuat saya menghayal sendainya kami bisa menuntut ilmu semudah kalian, maka pasti banyak ilmu yang ingin kami pelajari. Deretan pohon yang sejuk tertata rapi membuat khayalan indah di Negri kami. Sungguh kami berharap kalian bisa lebih baik dari kami.”
Setelah menyemangati kami, sang Pejuang hamas kembali bercerita tentang semangat para pemudanya “Saat pertempuran 8 ahri terakhir kemarin itu kami namakan sebagai PERANG BATU NERAKA MELAWAN IRONDAM. Perang yang menembus jantung ibu kota Tel Aviv Israel dan harus memaksa Perdana Mentri Israel untuk genjatan senjata. Yang memaksa para tentara Israel ketakutan dan kehilangan nyali sebagai tentara. Yang harus mengakui kekuatan Bangsa Palestina dan mengakui kelemahan system pertahanan Irondam oleh ‘batu-batu dari neraka’ yang dikirimkan oleh Allah dalam bentuk teknologi canggih. Dan semua itu dilakukan oleh anak-anak muda seperti usia-usia kalian saat ini.”
Ya, itulah yang diceritakan oleh Pejuang Hamas dan menginfirasi kami pada saat itu. Kisah-kisah nyata yang membuat malu kami para Aktivis Dakwah karena sangat jauh sekali perbedaan perjuangan kami dengan mereka. Membuat hormone endorphin kami menjadi naik dan memaksa raga ini untuk lebih giat lagi rasanya mengerjakan amanah dakwah di kampus. Kalu hanya membuat proposal sangatlah jauh jika hars beradu argument dengan orang keras kepala seperti orang-orang Zionis. Jika hanya mengantarkan surat sangatlah jauh jika harus mengendap-ngendap dari penjagaan penjaga. Jika hanya syuro’ tidaklah sama dengan mengatur siasat perang di dentuman rudal dan letusan peluru. Jika hanya menghadiri agenda dakwah tidaklah sebanding dengan ketepatan dan kesiagaan para pemuda yang melakukan serangan kepada kaum Zionis. Jika hanya menaati qiyadah tidaklah sebanding dengan kesiapan jihad para pemuda Palestina. Jika hanya harus belajar maka tidaklah setara dengan usaha akhwat Palestina yang memiliki harapan tinggi akan perubahan Negerinya…. Ya, ikhwah, Harapan itu Masih ada, tetaplah berharap kepada Sang Pemenuh harapan dan buktikan dalam Kerja-kerja Ikhlas agar menjadi Harmoni kehidupan yang indah penuh Cinta.

Parlemen Palestina Tuntut Hentikan Perundingan Dan Terapkan Rekonsiliasi

Parlemen Palestina di Gaza, Selasa (20/8) menggelar sidang khusus membahas laporan komite politik seputar keputusan otoritas Ramallah yang hendak kembali ke meja perundingan dengan penjajah Zionis. Sidang dipimpin Dr. Ahmad Bahar, Deputi pertama ketua parlemen, dihadiri PM Ismail Haniyah dan sejumlah anggota parlemen.
Bahar menyatakan kecaman keras pembantaian keji terhadap rakyat Mesir oleh pasukan militer dan kepolisian Mesir, termasuk pembunuhan lebih dari 40 tawanan Mesir pada Ahad lalu, baik karena gas air mata maupun peluru tajam oleh pihak kepolisian Mesir, serta pembunuhan 24 tentara Mesir di Sinai kemarin.
Menurut Bahar, pembunuhan dan penumpahan darah yang terus berlanjut secara keji sangat bertentangan dengan semua norma langit dan kemanusiaan, serta hukum internasional dan HAM. Bahar menuntut dunia untuk bergerak mengakhiri penumpahan darah di Mesir.
Terkait internal Palestina, Bahar menuntut segera hengkang dari perundingan sia-sia dengan penjajah Zionis, yang telah terbukti gagal selama lebih dari 20 tahun dan membawa bahaya besar bagi Palestina. Dan bekerja dengan semua kekuatan untuk mendukung perlawanan membela Palestina, menghadapi rencana yahudisasi dan proyek pemukiman Zionis di wilayah Palestina. Bahar menyerukan untuk menerapkan rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dalam dialog rekonsiliasi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/21/38309/parlemen-palestina-tuntut-hentikan-perundingan-dan-terapkan-rekonsiliasi/#ixzz2ca0luoOw

Misy’al Kembali Terpilih Memimpin Hamas

Kelompok perjuangan Palestina Hamas hari Senin (1/4/2013) kembali memilih Khalid Misy’al untuk masa jabatan baru. Demikian dikatakan sumber-sumber pejabat gerakan itu yang sedang berkumpul di Kairo.
“Para pemimpin Hamas memilih Misy’al,” kata salah seorang pejabat tinggi Hamas kepada AFP lewat telepon dari ibukota Kairo dan meminta untuk tidak disebutkan namanya, kutip Al-Arabiya.
Sebelumnya para pejabat Hamas sudah mengatakan kemungkinan Misy’al akan dipilih kembali oleh Dewan Syura guna memimpin organisasi mereka empat tahun ke depan dan menyebut pengangkatannya kembali “sudah diketahui luas.”
Meskipun demikian, menjelang pertemuan, muncul spekulasi bahwa pemimpin yang tinggal dalam pengasingan itu akan dipinggirkan oleh para pemimpin lainnya, yang memerintah di Gaza sejak 2007.
Misy’al sendiri tahun lalu sudah menyatakan tidak berharap terpilih kembali.
Namun rupanya, keadaan dan situasi di Timur Tengah yang berubah setelah Arab Spring 2011 “mendorong Hamas untuk memilih kembali Misy’al … yang telah memberikan wajah nasional bagi gerakan itu … serta memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab,” kata salah seorang pejabat Hamas kemarin.
Misy’al, 56, merupakan seorang politisi veteran yang memiliki hubungan baik dengan negara-negara di kawasan itu seperti Mesir, Qatar dan Turki. Dia merupakan kunci pembebasan Hamas dari isolasi politik menyusul kemengangan gerakan tersebut dalam pemilu dan mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza pada tahun 2007.
Dilaporkan 2 orang anggota Dewan Syura, yang diyakini memiliki 60 anggota, menolak pengangkatan kembali Misy’al sebagai pemimpin Hamas.
Hamas sudah memulai proses pemilihan internal sejak setahun lalu, yang dilakukan secara rahasia di sejumlah negara, dengan kondisi yang diliputi dengan misteri karena tertutup erat dan kekurangan logistik yang terus menerus.
Gerakan Hamas terdiri dari empat komponen, para aktivis di Jalur Gaza, di Tepi barat, di pengasingan atau negara-negara lain, serta mereka yang dipenjara oleh Zionis Yahudi. Setiap komponen itu memilih pemimpin lokal mereka masing-masing dan delegasi untuk duduk di Dewan Syura. Dewan tersebut kemudian memilih anggota politbiro pembuat keputusan dan pemimpin lembaga tersebut. Tahap terakhir itulah yang dituntaskan di Kairo kemarin.
Misy’al pertama kali menjadi pemimpin Hamas pada tahun 1996 dan empat tahun ke depan dia masih akan membawa gerakan itu memperjuangkan pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi.*

Diam-Diam Israel dan Palestina Adakan Pertemuan Sesuai Pesan AS

Para juru runding Israel dan Palestina melakukan pertemuan secara rahasia, kata seorang pejabat tinggi Palestina, satu pekan setelah pembicaraan damai yang ditengahi Amerika Serikat diluncurkan kembali di Kota Suci.
“Pertemuan dilangsungkan hari ini antara delegasi Palestina yang dipimpin oleh Saeb Erakat dan Mohammad Shtayyeh, dan delegasi Israel (yang dipimpin Menteri Kehakiman) Tzipi Livni dan Yitzhak Molcho,” kata pejabat itu yang tidak ingin disebutkan jati dirinya kepada kantor berita Prancis AFP. Rincian pembicaraan tidak diungkapkan, yang rupanya disesuaikan dengan permintaan Washington pekan lalu agar pertemuan itu tidak diliput media.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa utusan khusus Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Martin Indyk, pada Senin telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk menekankan agar perundingan terus dijalankan “kendati terus berlangsungnya pembangunan permukiman, yang merupakan hambatan terbesar dalam meneruskan pembicaraan.”
Pembicaraan yang berlangsung Rabu dilakukan secara rahasia di lokasi yang tidak diketahui di Yerusalem. Pertemuan itu merupakan hasil upaya diplomatik berbulan-bulan yang dilancarkan secara intensif oleh AS untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan setelah terhenti selama hampir tiga tahun. Abbas mengatakan kedua pihak membahas semua masalah kunci, namun ia menolak memberikan keterangan lebih rinci terkait dengan kesepakatan untuk menutup informasi kepada media.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/21/38318/diam-diam-israel-dan-palestina-adakan-pertemuan-sesuai-pesan-as/#ixzz2ca08dndi

Zionis Izinkan Pesawat Tempur Mesir Masuki Sinai

Sumber media Zionis menyatakan, militer Zionis mengizinkan kolega nya militer Mesir membawa 4 pesawat tempur militer jenis Apache mengudara di semenanjung Sinai, usai serangan bersenjata yang menewaskan 25 tentara Mesir dekat perbatasan dengan Rafah, Senin (20/8) kemarin.
Canel 10 Zionis menjelaskan, militer Zionis memberikan kemudahan bagi pasukan infantry Mesir memasuki padang sahara kawasan Sinai, Tenggara Mesir, usai terjadinya bentrokan senjata di Sinai yang mentarget Mesir dan Zionis beberapa waktu lalu.
Patut disebutkan, perjanjian damai yang ditandatangani antara Kairo dan Zionis pada Maret 1979 yang dikenal dengan Kamp David, melarang pihak Mesir menerbangkan pesawat dan senjata berat ke semenanjung Sinai dan kawasan perbatasan dengan Palestina jajahan.
Sementara itu sumber media Zionis mengungkap, aparat intelijen Zionis “Shin Bet” membentuk cabang keamanan khusus untuk bekerja di semenanjung Sinai Mesir.
Tugas utama jaringan intelijen ini menurut koran Haaretz edisi Selasa (20/8) adalah menggagalkan setiap operasi militer atau upaya serangan rudal dari wilayah Mesir ke sasaran Zionis.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/21/38311/zionis-izinkan-pesawat-tempur-mesir-masuki-sinai/#ixzz2cZzjWhuI