Pakar bidang informasi di Gaza, Iyad Fara, menegaskan
terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah jenuh
bekerja malam dan siang untuk menghadapi penjajah Zionis dan menyiapkan
kerja untuk menghadapi setiap agresi ke Jalur Gaza terutama terhadap
setiap kemungkinan operasi darat.
Fara mengatakan, “Pada kenyataannya, perlawanan
Palestina hari ini membuktikan bahwa mereka adalah kuat dan berkembang
maju, memiliki kemauan dan potensi sangat besar serta kerja dengan nafas
panjang untuk persiapan konfrontasi dengan penjajah Zionis di dalam
wilayah pendudukan dan dekat permukiman-permukiman Yahudi serta pos-pos
militer, hal ini yang akan menyebabkan migrasi besar para pemukim
pendatang Zionis dari wilayah selatan.”
800 Ton Semen Digunakan di Terowongan
Sesuai informasi yang diumumkan oleh komandan wilayah
selatan pasukan penjajah Zionis, Jenderal Sami Turgeman, bahwa
terowongan yang berhasil ditemukan hari Ahad (13/10), panjangnya
mencapai 1,8 kilometer dan dalam pembangunannya menggunakan sekitar 25
ribu lempengan balok semen seberat 800 ton.
Turgeman mengatakan sejumlah prediksi menyebutkan bahwa
gerakan Hamas sudah mulai membangun terowongan ini pada tahun 2011 dan
pekerjaan selesai sekitar dua bulan lalu. Militer Zionis menemukan
keberadaannya pada hari Senin pekan lalu.
Terowongan ini membentang dari daerah dekat Khan Yunis
di Jalur Gaza sepanjang 1,5 kilometer di dalam wilayah Palestina.
Dimulai dari sebuah rumah di kawasan tersebut. Sementara itu 300 meter
terowongan berada di dalam wilayah Palestina terjajah tahun 1948.
Penggalian terowongan ini di daerah Gaza sedalam 22
meter dan di dalam wilayah Palestina terjajah 1948 sedalam 18 meter,
meliputi jalur listrik, telepon dan dua lubang di bagian yang ada di
wilayah pendudukan.
Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, tidak
mau memberikan informasi terkait terowongan ini. Kecuali kicauan singkat
jurubicara brigade yang menegaskan bahwa kehendak yang terukir di akal
dan hati para pejuang perlawanan jauh lebih penting dari
terowongan-terowongan yang digali di dalam tanah. Dia menambahkan, “Yang
pertama mencetak ribuan yang kedua.” Ini berarti sebuah penegasan bahwa
kerja ini dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus.
Kinerja Berkualitas
Kebijakan Brigade al Qassam untuk terowongan sebagai
bagian dari taktik perlawanan bukanlah hal baru. Al Qassam telah
berinovasi dalam bidang ini selama bertahun-tahun lamanya, yang
dilaksanakan melalui sejumlah aksi-aksi spektakuler dan berkualitas. Di
antaranya adalah serangan pos militer Mahfudza sebelum penarikan militer
Zionis dari Jalur Gaza dan aksi yang paling menonjol adalah
penyanderaan serdadu Zionis Gilad Shalit yang berakhir dengan pembebasan
lebih dari 1000 tawanan Palestina dari penjara Zionis.
Fara mengatakan, hal penting yang bisa disimpulkan hari
ini dari ditemukannya terowongan baru ini adalah bahwa perlawanan
Palestina sedang menyiapkan operasi besar dan meluas untuk penyanderaan
serdadu Zionis dan pemukim Yahudi, dan juga bahwa konfrontasi yang akan
datang bisa jadi hanya menggunakan roket saja, bahkan mungkin hanya
konfrontasi darat pada basis pergerakan di tanah musuh dan di belakang
barisan militer Zionis di perbatasan Gaza.
Pemimpin Redaksi Koran “Filistine”, Dr. Hasan Abu
Hasyisy, menegaskan bahwa terowongan-terowongan itu telah menimbulkan
bencana yang berdampak bagi penjajah Zionis. Itu menjadi sebab
terpenting yang mempercepat penjajah Zionis keluar dari Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa terowongan ini membuktikan bahwa
perlawanan Palestina tidak pernah meletakkan senjata dan tidak pernah
berhenti dengan adanya gencatan, namun terus bekerja memanfaatkan
gencatan dalam menyiapkan, mengembangkan dan melakukan latihan dengan
menanggung segala gangguan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Karena itu orang-orang yang tidak tahu mempertanyakan: di mana
perlawanan, apakah mereka sudah meninggalkan senjata dan duduk-duduk di
kantor ber-AC dan mengendarai mobil baru??!
Padahal mereka tidak pernah berhenti mengintai musuh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar