Jubir media gerakan Pembebasan “Ahrar” Ir. Yaser Khalaf menegaskan,
Al-Quds adalah tema utama konflik dan pembebasannya tidak akan bisa
kecuali dengan perlawanan. Hal itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa
faksi-faksi perlawanan Palestina.
Dalam keterangannya hari ini Rabu (9/4), Khalaf menyampaikan bahwa
aksi yang digelar kemarin dilakukan untuk menyampaikan pesan sikap
seluruh kelompok dan elemen di Palestina yang menolak politik Zionis
terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.
Ia menegaskan, semua tindakan kekerasan Zionis terhadap Masjid
Al-Aqsha; yahudisasi, pelecehan, penistaan, penggalian terowongan bawah
tanah masjid dan pengusiran warga kota Al-Quds tidak akan berhasil dalam
mengubah realita Arab dan Islam serta demografi di kota suci itu.
Khalaf meminta kepada perunding Palestina untuk berhenti melakukan
tindakan sia-sia dalam perundingan di tengah berlanjutnya pelanggaran
penjajah Zionis terhadap tempat suci di Al-Quds. Ia menegaskan, Al-Quds
tidak akan bisa dibebaskan melalui perundingan sia-sia. Sebab
perundingan akan memberikan legitimasi kepada Zionis untuk melanjutkan
serangannya terhadap tanah dan tempat suci di Al-Quds. Kota suci ini
hanya bisa dibebaskan dengan perlawanan bersenjata sebagai pilihan
strategis bagi bangsa Palestina dalam membebaskan tanah air dan tempat
sucinya.
Jubir media ini menyerukan bangsa Arab dan Islam untuk bertanggung
jawab terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan bukan
hanya Palestina untuk bekerja serius mendukung perjuangan ketegaran
warga Palestina di Al-Quds dalam membela tempat suci dan Masjid
Al-Aqsha. Ia juga menyerukan kepada rakyat Palestina di wilayah jajahan
1948 dan di kota Al-Quds untuk berjuang menjaganya dari serangan
ekstremis Yahudi di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar