Keputusan sepihak Otoritas Palestina
yang akan kembali melakukan perundingan dan Zionis Israel menuai kecaman dari
banyak pihak.
Gerakan perlawanan rakyat mengecam
keputusan Otoritas Palestina untuk kembali ke meja perundingan bersama Israel.
Mereka menganggap sikap OP tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap
prinsip-prinsip Palestina.
Mereka menganggap kebijakan OP
tersebut sama sekali tidak menganggap keinginan rakyat yang telah
mempersembahkan ribuan syuhadanya demi pembebasan dan kehormatan nasional.
Sebelumnya, menlu Amerika, John
Kerry mengumumkan kembalinya ke perundingan Palestina – Zionis. Ia mengatakan
kedua utusan dari Palestina dan Zionis akan bertemu dalam waktu dekat ini di
Washington.
Dalam keterangan persnya, gerakan
kerakyatan nasional Palestina menegaskan, pihaknya menolak keputusan OP untuk
kembali ke perundingan dengan Israel. Ia mengatakan, solusi bagi masalah ini
adalah hanya dengan menyempurnakan rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan,
menyepakati program politik yang dibangun di atas koalisi politik, dengan
tujuan merealisasikan harapan rakyat untuk bebas dan merdeka, bertolak dari
prinsip nasional dan memberikan rakyat hak legal nya untuk melakukan perlawanan
dengan segala bentuknya.
Sementara itu, Jihad Islam menganggap kembalinya ke perundingan dengan Israel dengan prakarsa dari Amerika, hanya buang-buang waktu saja, selain merusak urusan umat ini. ia menegaskan, satu-satunya yang diuntungkan dalam keputusan ini adalah Zionis.
Sementara itu, Jihad Islam menganggap kembalinya ke perundingan dengan Israel dengan prakarsa dari Amerika, hanya buang-buang waktu saja, selain merusak urusan umat ini. ia menegaskan, satu-satunya yang diuntungkan dalam keputusan ini adalah Zionis.
Gerakan perlawanan Hamas melalui
Anggota biro politik Ezat Rasyiq menegaskan, pihaknya menolak sama sekali sikap
Otoritas Palestina yang kembali ke perundingan sia-sia dengan Israel.
Dalam pernyataannya, Ezat Rasyiq
mengatakan, sejumlah perundingan membuktikan kegagalan dan keterpurukan yang
dialami bangsa Palestina. Semua itu hanya akan menutupi permukiman dan
yahudisasi serta hilangnya hak-hak bangsa Palestina. Perundingan tidak akan
berpengaruh apapun terhadap bangsa Palestina. Karena itu berasal dari luar
kesepakatan dan kebersamaan nasional dan justru bertentangan dengan kehendak
rakyat Palestina.
Ia meminta OP di Ramallah dan
gerakan Fatah yang masih menggadaikan harapannya pada perundingan sakit dan
ilusi perdamaian untuk kembali mengkaji sikap mereka untuk menjual ilusi mereka
kepada bangsa Palestina. Selain memperbaiki prioritas dalam merealisasikan
kesepakatan hasil rekonsiliasi secara utuh.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/20/37020/keputusan-op-kembali-ke-perundingan-menuai-kecaman-banyak-pihak/#ixzz2Zpx1PO2w
Tidak ada komentar:
Posting Komentar